Penyerangan Mapolres Banyumas Direkonstruksi

Ditulis 20 Jun 2017 - 04:59 oleh Banyumas1

 

BanyumasNews.com, PURWOKERTO – Serangan terhadap markas kepolisian resort (Mapolres) Banyumas, yang terjadi pada 11 April 2017 lalu, direkonstruksi dalam 18 adegan oleh pelaku pada Senin (19/06/2017). Dalam adegan itu terungkap pelaku sebelumnya berkeinginan meledakkan Mapolres Banyumas dengan bom. Namun akhirnya hanya melakukan penyerangan dengan senjata tajam.

Adegan yang dilakukan oleh tersangka teroris bernama Muhammad Ibnu (22), warga Desa Karangaren, Purbalingga, berjalan lancar. Tersangka dibawa ke sejumlah lokasi, baik lokasi rumah tersangka hingga lokasi penyerangan di Mapolres Banyumas.

Kapolres Banyumas AKBP Azis Andriansyah mengatakan adegan dimulai dari rumah Ibnu di Purbalingga, diantaranya mulai browsing di internet cara membuat bom hingga meracik bom dengan menggunakan gula pasir, gelas, sendok, serta alat charger HP. “Setelah itu dua rekan pelaku diundang ke rumah untuk melihat bahan peledak yang akan dijadikan bom”, katanya.

Kedua teman pelaku pulang, pelaku kemudian mencoba meledakkan bom. “Namun bom gagal, tidak meledak”, lanjut Kapolres.

Berikutnya, pelaku menyiapkan sejumlah senjata tajam parang dan badik. Senjata tersebut dimasukkan ke tas dan pelaku mengenakan cadar hitam bertuliskan ISIS. Pelaku mengendarai sepeda motornya menuju Mapolres Banyumas, langsung melakukan penyerangan setelah masuk di halaman Mapolres.

Adegan demi adegan dilakukan saat pelaku melakukan penyerangan mulai menabrak anggota polisi dan penyerangan menggunakan senjata tajam ke arah anggota polisi. Adegan berikutnya penangkapan pelaku dan dilakukan pengamanan.

Keseluruhan rekonstruksi dengan total 28 adegan, dilakukan oleh tim Densus Mabes Polri dengan pengamanan ketat puluhan anggota kepolisian Polres Banyumas. Pelaku dijerat Undang Undang Terorisme dengan ancaman 20 tahun penjara atau seumur hidup. (BNC/nan)

 

Tentang Penulis

Leave A Response