Tanam Padi Serempak untuk Memutus Siklus Hama

Ditulis 19 Jun 2017 - 10:49 oleh Banyumas1

BanyumasNews.com, PURBALINGGA – Petani diharapkan mampu menyerap teknologi budidaya pertanian yang ramah iklim guna meminimalisir serangan hama. Petani juga diharapkan bisa tanam padi serempak untuk memutus siklus hama dan penyakit padi.

Demikian pesan Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi saat mencanangkan gerakan pengendalian Wereng Batang Coklat (WBC) yang menyerang persawahan di Purbalingga musim tanam ini, di area persawahan Desa Kalitinggar, Kecamatan Padamara, Sabtu (17/6/2017).

“Saya menghimbau kepada para kadang tani untuk bergotong royong untuk mengendalikan serangan hama secara terpadu,” ujarnya.

Wabup Tiwi juga meminta petani segera melaporkan ke petugas pengamat hama atau penyuluh yang ada di desa, jika ada serangan hama.

Wabup Tiwi di acara pencanangan pengendalian hama wereng

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Lily Purwato mengatakan, pada musim tanam April-September (Asep) tahun ini, serangan hama dan penyakit pertanian naik cukup signifikan, terutama hama wereng batang coklat. Perubahan cuaca dan anomali iklim menjadi salah satu penyebab merebaknya hama wereng batang coklat.

“Selain itu, pengendalian hama sporadis, kurangnya predator alami dan berbagai faktor lain juga berkontribusi terhadap meningkatnya serangan,” ujarnya.

Sampai dengan Mei 2007 luas serangan hama wereng seluas 283, 44 ha. dengan luas serangan ringan 259.40 ha, sedang 15,14, berat 4 ha dan puso 8,9 ha. dengan luas areal waspada 2450 ha. Kecamatan Padamara merupakan wilayah dengan luas serangan hama wereng batang coklat yang terluas.

Seperti diketahui, wereng batang coklat merupakan salah satu hama berbahaya pada pertanaman pada karena mampu menimbulkan kerusakan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kerusakan secara langsung terjadi karena hama ini mempunyai kemampuan menghisap cairan tanaman yang menyebabkan daun menguning, kering dan akhirnya mati yang dikenal dengan gejala hopperburn, Serangan WBC juga menyebabkan perkembangan akar merana dan bagian tanaman yang terserang menjadi terlapisi oleh jamur.

Selain itu, serangan WBC juga menimbulkan kerusakan secara tidak langsung kerena serangga ini merupakan vektor penyakit kerdil rumput dan kerdil hampa. WBC merupakan hama yang sejak tahun 1985 telah mengancam target swasembada beras. (BNC/dalp)

Tentang Penulis

Leave A Response