Kereta Gantung Antar Obyek Wisata Diwacanakan, Usai Lebaran Konsultan Austria Presentasi

Ditulis 16 Jun 2017 - 15:40 oleh Banyumas1

BanyumasNews.com, PURBALINGGA – Berita portal ini tentang ambisi Bupati Purbalingga Tasdi untuk mencanangkan kereta gantung untuk menunjang pariwisata di Purbalingga rupanya ibarat gayung bersambut.

Usai perombakan manajemen Owabong beberapa hari yang lalu, dimana Bupati mengagkat Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perusahaan Daerah Owabong Drs. Hartono yang sebelumnya dijabat oleh R. Wisnu Haryo Danardono, wacana kereta gantung mulai diwacanakan oleh manejemen Owabong yang baru.

Pergantian Direktur BUMD ini diharapkan membawa angin perubahan di Owabong yang selama ini menjadi Ikon Wisata di Purbalingga. Owabong merupakan salah satu Destinasi Wisata di Provinsi Jawa Tengah.

Namun seiring dengan menjamurnya obyek wisata yang memanfaatkan potensi sumber daya air, maka sangat berpengaruh terhadap tingkat kunjungan wisata ke Owabong.

Owabong belakangan terkesan kurang expansi, inovasi dan terobosan. Untuk itu perlu keberanian untuk melakukan terobosan yang selama ini belum pernah dilakukan oleh obyek wisata lainnya.

Hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan Bupati Tasdi untuk mengangkat Plt. Direktur Owabong Hartono yang sebelumnya pernah membidani awal pengelolaan dan manajemen Owabong.

Sehingga tidaklah mengherankan apabila Bupati berkomentar “Bisa saja nanti ada Kereta Gantung dari Owabong menuju ke Goa Lawa dan nyampai ke Gunung Slamet,” ujar Bupati saat mengangkat Plt. Direktur Owabong di ruang kerjanya.

Statemen Bupati Tasdi ini cukup menarik dikaji dan beralasan, karena selama ini obyek wisata yang ada hanya berkutat penambahan dan pengembangan wahana hanya dilokasi setempat.

Ilustrasi kereta gantung di Genting Malaysia (google)

Kereta Gantung dapat dijadikan sebagai wahana untuk menyambungkan obyek wisata satu ke obyek wisata lainnya.

Tidak menutup kemungkinan obyek wisata di Purbalingga yang saling berdekatan dan satu jalur; seperti Owabong, Sanggaruli Park dan Purbasari Pancuran Mas dapat dijadikan sebagai pilot projek jarak pendek pemasangan Kereta Gantung, sedang Owabong, Goa Lawa dan Pendakian Gunung Slamet  dapat dijadikan sebagai pilot project jarak jauhnya.

Wahana Kereta Gantung ini mungkin masih sangat sedikit sekali yang memiliki, sehingga tingkat persaingan dengan obyek wisata lainnya masih sangat longgar.

“Rencananya sehabis lebaran nanti, Saya akan membawa konsultan dari Austria untuk presentasi dihadapan Bupati terkait dengan Kereta Gantung yang rencananya akan dibangun dan terpasang di Goa Lawa-Gunung Slamet,” ujar Hartono saat ditemui secara terpisah.

Apabila ini dapat diwujudkan mungkin wahana ini baru pertama kali di Jawa Tengah dan DIY yang menyuguhkan wisata Kereta Gantung dengan hamparan pemandangan (view) Gunung Slamet dan kebun sayur dan buah strobery yang sangat elok dan menawan (BNC/BS).

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Dito 17/06/2017 pukul 04:46 -

    Setuju pak…!! Wahhh purbalingga bakal punya kereta gantung kaya di luar negri.keren bgt purbalinggaku.hebat pasti menarik sekali wisatawan datang dr berbagai penjuru kota.

Leave A Response