‘Agar ODHA Tidak Kecil Hati dan Tetap Semangat Menjalani Hidup’

Ditulis 15 Jun 2017 - 05:11 oleh Banyumas1

BanyumasNews.com, PURBALINGGA – Bagaiamana agar orang dengan HIV Aids (ODHA) tidak berkecil hati dan tetap semangat menjalani kehidupan, ditunjukkan oleh Wakil Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, SE,  B. Econ (Tiwi). Ia melakukan buka bersama dengan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Harapan Baru dan Tim Voluntary Conseling and Testing (VCT) Kabupaten Purbalinggga di Pendapa Cahyana, Selasa (13/6/2017) lalu.

Dalam sambutannya Wabup Tiwi memberikan dukungan kepada Orang Dengan HIV Aids (ODHA), anggota dari KDS Harapan Baru. “Kami ingin anggota KDS Harapan Baru untuk tidak berkecil hati, mempunyai harapan dan selalu semangat menjalani hidup,” katanya.

Pemkab Purbalingga, kata Wabup Tiwi, bersama Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Kabupaten Purbalingga serta OPD terkait selalu berupaya untuk memberikan sosialisasi terkait HIV kepada masyarakat.

“Memang tidak mudah mengubah mindset atau stigma  masyarakat terkait ODHA, namun kami akan terus berupaya, pelan tapi pasti dengan sosialisasi yang intensif tentang HIV dan penyebarannya sehingga tidak lagi terjadi diskriminasi kepada penderita,” ungkapnya.

Wabup Tiwi buka bersama Kekompok Dukungan Sebaya di Pendopo Cahyana

Pemda Purbalingga berkomitmen untuk  nembuat kampung sehat mandiri sehat peduli HIV. “Kami merancang kampung sehat mandiri sehat peduli HIV di Desa Losari Kecamatan Rembang tepatnya, harapannya merambah ke seluruh desa di Kabupaten Purbalingga untuk ada sosialisasi sekaligus mengedukasi masyarakat untuk  pencegahan HIV,” kata Wabup.

Pada kultum yang disampaikan Ustadz Hanif dikatakan hikmah dari orang yang terkena musibah. “Teruslah berdo’a dan berbaik sangka terhadap Sang Pencipta, musibah maupun sakit dapat menggugurkan dosa, jika bersabar,” terangnya.

Terkait dengan Antiretroviral (ARV), Kepala Dinas Kesehatan Hanung Wikantono mengatakan pendistibusian obat yang dapat menekan perkembangan  HIV dalam tubuh tersebut masih lancar. “Kemenkes belum mengeluarkan kabar resmi,  kalau terhambat sedikit dari provinsi, mungkin sedang didata untuk pengendalian dan pengawasan,” katanya.

Sementara itu Heni Ruslanto selaku sekertaris KPAD Kabupaten Purbalingga mengungkapkan upaya pencegahan dan penanggulangan akan terus disosialisasikan pada kelompok masyarakat, terutama kelompok masyarakat desa.

“Apa itu HIV Aids, penyebarannya dan penanggulangannya bagaimana, masih minim pemahaman dan harus dijelaskan. Jika sudah mengerti harus memeriksakan diri secara dini, terutama bagi mereka yang beresiko karena perbuatannya di masa lampau,” ujarnya. (DALP)

Tentang Penulis

Leave A Response