Pohon Karet Raksasa Telaga Ranjeng Tumbang, Pertanda Apa?

Ditulis 14 Jun 2017 - 23:05 oleh Banyumas1

BanyumasNews.com, KALIGUA – Pohon karet ‘raksasa’ yang sangat tua yang berada di tepi Telaga Ranjeng, Kaligua, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dilaporkan tumbang, pada Rabu (14/06/2017).

Seorang netizen warga Kaligua bernama Witno, mengirimkan laporan melalui email ke BanyumasNews.com tentang tumbangnya pohon karet tersebut yang disebutnya sangat terkenal angker.

“Pohon itu terletak di tepi Telaga Ranjeng, kejadian tumbangnya pohon ini sontak membuat warga berduyun-duyun untuk melihat”, kata Witno.

Di antara warga yang datang itu, lanjutnya, berasal dari Dukuh Kalikidang, Kaligua, Embel, Taman, Tretepan. “Bahkan ada warga yang jaraknya agak jauh yang menyempatkan untuk melihatnya”, katanya.

Atas kejadian itu sebagian warga ada yang berspekulasi meramal bahwa kejadian tersebut adalah sebuah ‘ngalamat’ (pertanda) akan ada terjadinya sebuah peristiwa. Witno tak menyebut peristiwa yang dimaksud.

Pohon karet tua di tepi Telaga Ranjeng tumbang, menjadi tontonan warga

Tentang Telaga Ranjeng

Telaga Ranjeng berlokasi di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Telaga ini dibagun pada tahun 1924 sebagai bagian dari kawasan cagar alam milik Perhutani Pekalongan Timur.

Telaga ini berada di bawah kaki Gunung Slamet. Cagar alam tersebut memiliki luas 48,5 hektar terdiri dari hutan damar dan pinus yang mengelilingi telaga. Dahulu kala, Telaga Ranjeng merupakan tempat mandi para tokoh kerajaan di Jawa.

Panorama telaga Ranjeng

Selain udaranya yang sejuk, daya tarik kawasan ini adalah pemandangan hutan lindung yang hijau serta ribuan ikan lele yang jinak dan dianggap keramat. Konon ikan-ikan tersebut dianggap sebagai penghuni telaga.

Pengunjung akan dipersilakan untuk memberi makan ikan-ikan tersebut dengan roti. Tidak perlu khawatir jika kita tidak membawa roti karena di sana ada beberapa pedagang yang menjual roti.

Kawasan Telaga Ranjeng sangat dekat dengan Perkebunan Teh Kaligua yang dikelola oleh PTP milik pemerintah (BUMN). Di sana kita bisa menikmati tea walk, yaitu berjalan-jalan mengelilingi kebun dengan udara yang segar serta pemandangan yang indah. (BNC/ist/Witno)

Foto: Witno

Tentang Penulis

Leave A Response