Siswa SMPN 1 Purbalingga Ikuti ‘Homestay and Community Service’

Ditulis 14 Mar 2010 - 21:46 oleh Banyumas1

PURBALINGGA– Sebanyak 140 siswa-siswi program SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) SMP Negeri 1 Purbalingga, selama tiga hari, Sabtu hingga Senin (13/3 – 15/3) mengikuti kegiatan ‘Homestay and Community Service’. Kegiatan yang mengambil tema ‘One Tree for the Greener Earth’ mengambil lokasi di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga.

Antusiasme siswa-siswi nampak sangat terlihat di wajah mereka. Meski mereka diajari untuk belajar mandiri dan tidak tergantung kepda orang tua, para siswa tersebut dengan enjoy menikmati rangkaian kegiatan. Kedatangan peserta di Desa Serang disambut dengan tarian kuda lumping dan jajanan ala desa cimplung ketela. Suasana sejuk dibawah kaki Gunung Slamet semakin membuat kekerabatan para siswa semakin akrab.

“Saya senang sekali mengikuti kegiatan ini. Selain saya belajar mandiri dengan hidup bersama warga desa,juga belajar untuk mencintai alam dan menghijaukan bumi kita yang notabene sudah semakin panas akibat global warming,” kata Karunia Pramanti Putri, siswa kelas VII F yang mengikuti kegiatan tersebut.

Kepala Desa Serang Sugito, SE mengungkapkan, pihaknya menyambut baik kegiatan siswa-siswi SMPN 1 Purbalingga di desanya yang kini tengah merintis menjadi desa wisata agro. Kunjungan siswa-siswi ini paling tidak bisa menjadi ajang promosi sekaligus untuk memperkenalkan kepada calon wisatawan bahwa Desa Serang sangat ramah dan sejuk untuk dikunjungi.

“Sebagai sebuah desa dibawah kaki Gunung Slamet, kami menyuguhkan keindahan alam dan keramahtamahan penduduk dalam menyambut para tamu. Warga disini sangat merasa senang ketika ada tamu yang menginap di homestay yang telah disiapkan. Kami juga ingin memberikan pelajaran kepada siswa bagaimana kegiatan budidaya sayuran yang selama ini tidak pernah dilihatnya secara langsung,” kata Sugito.

Salah seorang guru pembimbing Yohana Kristianti, S.Si mengatakan, kegiatan siswa-siswi SBI merupakan program rutin tahunan. Para siswa diajak belajar mandiri dan tidak tergantung dengan orang tua masing-masing. Selama bertempat tinggal dengan warga desa yang baru dikenalnya, siswa tidak boleh berkomunikasi dengan orang tua. Mereka tidak diperkenankan membawa alat komunikasi seperti handphone. “Selama tinggal di desa, orang tua juga tidak diperkenankan untuk menjenguk. Biar siswa belajar mandiri dan berinteraksi dengan warga masyarakat yang baru dikenalnya,” kata Yohana.

Para siswa, lanjut Yohana, juga diajarkan menerima kehidupan sederhana yang mungkin selama ini sebagian siswa diantaranya tidak pernah dilakukannya. Jika kehidupan mereka di kota banyak didukung oleh fasilitas termasuk menu makanan yang enak, namun di desa mereka diajari untuk hidup apa adanya dan makan ala penduduk desa. “Paling tidak, para siswa bisa mengambil hikmah dari kehidupan yang dijalaninya selama ini. Mereka harus belajar menghormati kesederhanaan seseorang dengan cara berbaur langsung dan sekaligus menjalaninya,” ujar Yohana.

Selain kegiatan homestay, para siswa juga diajak untuk menikmati keindahan alam dan belajar mencintai bumi kita. Oleh karenanya, tema yang diambil One Tree for the Greener Earth’, mengajak para siswa untuk menghijaukan bumi kita yang semakin panas. Meski hanya bagian kecil, namun setidaknya para siswa sudah memberikan andil untuk mencintai bumi dan sekaligus menjaganya. “Semua siswa kami wajibkan untuk membawa bibit tanaman dan menanamnya secara bersama-sama di areal yang sudah disiapkan pihak desa,” kata Yohana. (BNC/homestay smpn1tgr)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. cna training 04/04/2010 pukul 13:33 -

    My cousin recommended this blog and she was totally right keep up the fantastic work!

Leave A Response