Tukang Becak mendaftar Pilwalkot Pekalongan

Ditulis 14 Mar 2010 - 13:05 oleh Banyumas1

PEKALONGAN – Ada-ada saja ulah tukang becak di Pekalongan. Menyusul penundaan pemilihan umum kepala daerah (Pemilu Kada) atau pemilihan wali kota (Pilwalkot) Pekalongan dari rencana April 2010 hingga menjadi Juni 2010 karena hanya satu calon yang mendaftar, yaitu calon incumbent Bayir Achmad – Abu Almafachir, ada enam calon dari jalur perorangan yang mengambil formulir pendaftaran  ke KPU, satu di antaranya seorang tukang becak.

Tukang becak itu adalah Abdul Latif (34), seorang tukang becak yang biasa mangkal di pasar Banjarsari, Pekalongan.

Abdul Latif datang ke KPU bersama tim suksesnya yang dipimpin Fauzi. Kedatangannya tentu saja mengejutkan pihak KPU dan orang-orang yang ada si situ. “Saya juga sudah menyiapkan pendamping untuk wakil wali kota yaitu Casmudi, anggota paguyuban tukang becak Banjarsari dan tim sukses yang dipimpin oleh Fauzi,” kata Abdul Latif saat mengambl formulir.

Apa yang mendorong seorang tukang becak Abdul Latif maju dalam pemilihan wali kota Pekalongan? Ia mengatakan nekat maju dalam bursa calon wali kota Pekalongan karena merasa prihatin dengan nasib warga miskin dan orang kecil yang mencari nafkah di sektor pedagang kaki lima dan tukang becak.”Jika saya terpilih kelak, maka sektor ini akan menjadi perhatian utama saya”, kata Abdul Latif.

Ulah tukang becak ini tentu saja sah-saha saja dari kaca mata demokrasi. Namun melihat alasan yang dikemukakan kenapa ia mendaftar, merupakan kritik yang mengarah kepada kebijakan pemkot selama ini, dimana kaum marginal kurang diperhatikan. Sebuah ironi demokrasi? (BNC/ist/mi)

Tentang Penulis

Leave A Response