Penggelan, Tradisi Masyakarat Onje Jelang Ramadhan

Ditulis 19 Mei 2017 - 05:13 oleh Banyumas1

Beragam cara dilakukan kaum muslimin di Indonesia menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Salah satu tradisi yang masih hidup adalah ‘penggelan’ di desa Onje, kecamatan Mrebet, kabupaten Purbalingga.

Bupati Purbalingga Tasdi mengikuti Tradisi Penggelan itu pada Kamis (18/05/2017) di Desa Onje.

Grebeg Onje 2017

Penggelan adalah tradisi masyarakat Desa Onje mengarak Nasi Penggel, yaitu nasi yang dibentuk bulat kecil dan dibungkus dalam takir dari daun pisang. Tradisi yang dilakukan jelang memasuki bulan Ramadhan tersebut termasuk rangkaian Festival Grebeg Onje 2017 yang dibuka 17 Mei 2017lalu.

Prosesi Penggelan

Penggelan dimulai dengan mengarak tumpeng dan nasi penggel dari Pendopo Puspa Jaga ke Masjid Raden Sayyid Kuning, dengan diiringi Tarian Bagelan serta Shalawatan. Penggel diarak menuju Masjid Raden Sayyid Kuning hanya dengan penerangan obor, yang membuat syahdu suasana pedesaan Onje, desa tertua di Kabupaten Purbalingga.

Setelah Arak-arakan penggel selesai, pejabat, tokoh agama, tokoh adat, dan warga sekitar melakukan ritual “siraman suci” di Jojog Telu. Menurut imam Masjid Sayyid Kuning, Maksudi, siraman dilakukan untuk membersihkan badan untuk memasuki bulan Ramadhan.

“Intinya sarana mensucikan diri, karena di bulan Sya’ban hati dan raga harus suci sebelum memasuki bulan puasa,” katanya.

Bupati Tasdi dalam sambutannya sebelum ‘Mblabar Penggel Ngalap Berkah’ menyampaikan agar para pemuda melestarikan tradisi dan budaya di desanya.

“Onje tidak boleh dilupakan, Onje merupakan cikal bakal Kabupaten Purbalingga, pemuda Onje harus meneruskan tradisi nyadran, pemuda harus melestarikan tradisi dan budaya di desanya masing-masing,” pungkasnya. (Kominfo-Dalp/Prie)

Tentang Penulis

Leave A Response