Ini yang Membuat Laga Persibas vs PSCS Sore Ini Menarik

Ditulis 13 Mei 2017 - 09:44 oleh Banyumas1

BanyumasNews.com, PURWOKERTO – Pertandingan Persibas Banyumas melawan PSCS Cilacap dalam lanjutan Liga 2 Group 3 yang dimainkan Sabtu (13/05/2017) sore pukul 15.00 WIB di Stadion Satria Purwokerto, menjadi perhatian publik sepakbola di tlatah Banyumas Raya. Laga ini sering disebut derby panginyongan atau derby ngapak, menunjuk adanya persamaan bahasa dan kultur antara Banyumas dan Cilacap yang bertetangga alias berbatasan.

Apa yang menarik dari laga Persibas vs PSCS kali ini? Berikut beberapa hal yang bisa diulas :

1. Pelatih

Laga kali ini sarat emosi, karena pelatih PSCS Cilacap Gatot Barnowo adalah mantan pelatih Persibas Banyumas. Saat coach Gatot menukangi Persibas, PSCS mampu dikalahkan. Kini, apakah dia mampu membalaskan dendam PSCS lewat sentuhannya?  Gatot menukangi PSCS Cilacap dan Persibas kini dilatih Nazal Mustofa.

2. Pemain

Tak cuma di sisi pelatih, beberapa pemain pun pernah saling membela tim sebelumnya. Kiper PSCS Cilacap Ega Rizky Permana pernah membela Persibas Banyumas dari 2012 hingga 2014. Kini Ega bakal kembali Stadion Satria sebagai kandang Persibas namun dengan jersey PSCS Cilacap.

Di tim Laskar Bawor Persibas, pemain Andesi Setyo Prabowo juga pernah membela PSCS Cilacap. Andesi pernah mencetak gol pertamanya saat melawan Persibas Banyumas pada pekan ke-5 Indonesia Soccer Championship B tahun 2016 lalu.

3. Group Sulit Diprediksi

Group 3 Liga 2 menjadi group yang sulit diprediksi. Peraihan menang besar saat melawan Persip Pekalongan (1-4), namun kemudian kalah dari Persijap Jepara (1-2) justru di kandang, kemudian kalah di kandang PSGC Ciamis (1-0). Persijap kalah dari Persibangga di kandangnya. Dan terakhir pada Kamis (11/05/2017) Persibangga takluk di kandang oleh PSGC 1-2.

4. Taktik dan Strategi

Evaluasi Persibas atas dua kekalahan sebelumnya dari Persijap dan PSGC bakal menarik apakah jitu membendung agresivitas PSCS yang mentargetkan menang di Purwokerto demi menjaga tampuk pimpinan klasemen.

“Kami sudah melakukan evaluasi di internal tim bersama tim pelatih yang dipimpin oleh coach Nazal dan segenap pemain. Insha Allah kami akan meraih hasil positif pada derby pertama di liga 2 2017 ini,” kata Manajer Persibas dr Teguh Aryanto.

Teguh menyadari bertanding melawan PSCS Cilacap sangat tidak mudah dan sarat dengan tensi psikologis. “Untuk itu, dukungan dan doa supporter fanatik dan pencinta Persibas Banyumas sangat kami harapkan,” tuturnya.

Melihat perkiraan pemain, striker murni Teddy Harsono bakal ditopang Nanto, dan Sholihul Islam. Dari laga sebelumnya, lini depan Persibas masih banyak gagal dalam penyelesaian akhir. Ini tantangan bagi punggawa Persibas saat laga penuh gengsi mempertunjukkan siapa yang lebih superior di antara tim panginyongan.

Di lini belakang, Persibas bakal memasang benteng empat pemain dan tiga gelandang, yakni Asep Rudiyanto, David Aprelianto, Fidlan Ahmad, Triyan. Mereka akan bahu membahu menahan gempuran PSCS menuju gawang Wendra.

“Kali ini kami akan tampil full team karena kondisi Wendra sudah sehat dan bermain dengan formasi 4 3 2 1,” ujar Abda Ali, asisten pelatih Persibas.

PSCS yang juga berjuluk Hiu Pantai Selatan, meski mentargetkan meraih 3ni poin tetap waspada. Hasil buruk Persibas di laga sebelumnya tidak dijadikan patokan. Sebuah reposisi yang benar menunjuk pada anomali group 3 ini.

“Hasil pertandingan sebelumnya tidak bisa menjadi patokan dalam pertandingan esok (sore ini -red) karena di grup 3 ini susah ditebak. Banyak kejutan. Persibas juga tim yang solid, kuat baik secara individu maupun tim,” kata pelatih Gatot.

Formasi andalan Gatot, yakni formasi 4-4-2 yang bakal diterapkan, tampaknya tidak bakal sempurna. Lini depan yang dihuni Ugik Sugiyanto dan Syaiful Bahri tidak dapat dimainkan karena cedera.

Dalam pertandingan sore ini,  tiga pemain PSCS tidak dapat dimainkan dikarenakan cedera. Seperti Ugik Sugiyanto, Syaiful Lewenussa, dan Saeful Bahri. Namun Gatot seperti biasanya, mengatakan akan tetap dengan formasi 4 4 2.

Mari datang ke stadion menyaksikan laga penuh emosi ini. Namun semangat mendukung tim kesayangan tidak boleh menjurus kepada penistaan lawan, apalagi menjurus kepada anarkisme. (BNC/puh/*)

Tentang Penulis

Leave A Response