Eksplore Desa Wisata Karangsalam: Budaya Masyarakat Harus Dijaga

Ditulis 08 Mei 2017 - 23:35 oleh Banyumas1

BanyumasNews.com, PURWOKERTO – Pengembangan wisata desa tidak hanya mengandalkan wisata alam sebagai daya tarik wisatawan, namun budaya masyarakat setempat juga harus dijaga karena kearifan lokal menjadi daya dukung sebuah desa wisata.

Demikian salah satu poin penting yang terungkap dari gelaran Eksplore Desa Wisata Karangsalam, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, 6-7 Mei 2017. Kegiatan itu dibuka Bupati Banyumas Achmad Husein, yang dilaksanakan di Obyek Wisata Curug Telu.

Bupati mengatakan untuk mengembangkan destinasi wisata, membutuhkan dukungan semua pihak, serta dapat mengintegrasikan dengan daerah sekitar. Dan untuk mempercepat perkembangan wisata itu menurut Bupati tidak bisa setahap-setahap agar pengunjung mendapat kesan mendalam saat berkunjung sehingga ingin datang kembali.

“Curug di Kecamatan Baturraden cukup banyak, satu jalur Sungai Pelus ini saja terdapat sedikitnya sembilan curug, mulai Desa Karangsalam, Kemutugkidul dan Rempoah, apabila ini bisa terintegrasi menjadi paket wisata, tentu destinasi wisata ini akan semakin mernarik,” katanya.

Curug Telu Karangsalam Baturraden

Wisata curug desa Karangsalam

Inisiasi dari kegiatan adalah Pusat Studi Desa Indonesia (PSDI). Ketua PSDI Edi Sabara mengatakan kegiatan dilaksanakan dua hari (6-7/5/2017) dengan berbagai kegiatan yaitu lomba foto, lomba essay tentang desa wisata, workshop bertema pengaruh media sosial untuk perkembangan wisata, panggung tari budaya, cliff jump dan lain sebagainya.

Menurut Edi berkembangnya destinasi wisata di suatu daerah, sangat dipengaruhi kondisi masyarakatnya. Selain pelayanan, kearifan lokal menjadi hal yang sangat mendukung untuk menarik perhatian wisatawan. Sebab, budaya dan kehidupan masyarakat di tiap wilayah berbeda beda.

“Kalau wisata alam air terjun atau pantai, bentuknya akan sama saja. Yang membedakan adalah kebudayaan dan suasana di sekitar lokasinya. Ini yang akan membuat wisatawan terkesan,” katanya.

Untuk memberi kesan tersebut unsur budaya masyarakat Desa Karangsalam harus tetap dijaga agar menjadi daya tarik utama. Kehidupan masyarakat itu yang ditawarkan kepada wisatawan. Misalnya dengan menyediakan life in, sehingga wisatawan bisa menginap di rumah-rumah warga dan mengikuti aktivitas kesehariannya.

“Pada intinya kami ingin membantu mengenalkan potensi yang dimiliki desa, rangkaian acaranya kami libatkan peserta untuk mengeksplore apa saja yang ada di desa ini,” kata dia.

Ketua Pokdarwis Tirta Kamulyan Sisworo, mengaku senang dan bangga desanya menjadi pilihan dari PSDI untuk mengeksplore wisata desa. Kegiatan yang dieksplore antara lain Wisata Alam Curug Telu, Sendang Bidadari, Curug Pelangi, Kedungpete. Untuk seni budaya ditampilkan ronggeng, gejog lesung, sholawatan dan kenthongan. Sedangkan tradisi masyarakat yang dilaksanakan yaitu tradisi Sadranan.

Menurutnya, kelompoknya mengelola seluruh potensi yang ada di Desa Karangsalam, yang sejak dibentuk tahun 2015 saat  ini anggotanya mencapai 102 orang.

“Mereka ada yang menjadi pemandu wisata, pemilik home stay, penyedia jasa akomodasi seperti warung dan grup kesenian,” katanya.

Dengan adanya explore ini Sisworo berharap wisata alam Karangsalam semakin dikenal, dan dapat menambah pendapatan anggota dan warga Karangsalam. Untuk memasuki obyek wisata wisatawan tak perlu merogoh uang banyak hanya Rp. 5.000 per pengunjung. (BNC/Pars)

Tentang Penulis

Leave A Response