Masih Ada Kartini Menangis | Peringatan Hari Besar Harus Bermakna

Ditulis 29 Apr 2017 - 16:38 oleh Banyumas1

kartini menangisMasih dalam suasana Peringatan Hari Kartini, Pemkab Purbalingga menggelar Resepsi Peringatan Hari Kartini Ke – 138 Tahun 2017 di Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Sabtu (29/4/2017). Dalam Resepsi yang diselenggarakan secara sederhana tersebut, Bupati Purbalingga, Tasdi berharap peringatan Hari Besar Nasional ke depan harus lebih bermakna.

“Peringatan Hari Besar Nasional jangan sampai ketinggalan dan sepi , kegiatan dalam menyambut hari besar pun harus lebih inovatif dan bermakna ,“ ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Tasdi  memberikan penghargaan kepada wanita-wanita berjiwa Kartini, yang telah men-dharma-bhakti-kan tenaga dan pikirannya dalam pembangunan di Kabupaten Purbalingga.

“Terimakasih untuk Kartini Purbalingga, semoga sesuai dengan Tema Hari Kartini Tahun 2017 ini,  yaitu Dengan Semangat Kartini Kita Tingkatkan Kualitas Keluarga Dalam Mewujudkan Generasi Yang Tangguh dan Berakhlak Mulia, benar-benar terwujud”, imbuhnya.

‘Kartini’ yang meraih Penghargaan dalam resepsi Hari Kartini Sabtu (29/04/2017)

Menurut Bupati, Kartini masa kini harus dapat menangkap peradaban zaman, teknologi, situasi, serta berdayasaing dalam menghadapi zaman yang modern dan demokrasi. Namun,tidak melupakan kodratnya dalam keluarga.

“Jangan sampai melupakan keluarga, terutama dalam mendidik anak supaya menjadi generasi yang tangguh dan berahlak mulia,” ungkapnya.

Dalam Resepsi  Peringatan Hari Kartini Ke – 138 Tahun 2017, Pemkab Purbalingga memberikan Penghargaan Wanita Berprestasi, Penghargaan Wanita dengan Penampilan Mirip Kartini, Penghargaan lomba Ngadisariro Ngadi Busono, Penghargaan Lomba Garnis, dan Penghargaan Lomba Artikel.

Kartini Menangis

Tasdi mengatakan masih ada Kartini yang menangis dalam Peringatan Hari Kartini Ke-138 di Kabupaten Purbalingga. Salah satunya bernama Kartini,  warga RT. 04/04, Desa Tegalpingen, Kecamatan Pengadegan, yang mendapat bantuan Rehab RTLH, Sabtu pekan kemarin (22/4/2017). Selain keadaan rumah yang sangat memprihatinkan, Kartini yang single parent mengurus lima orang anaknya  juga  merawat orang tuanya yang sudah tua renta.

“Kartini yang menangis memikirkan bagaimana mencari rizki untuk kehidupan keluarga, bagaimana anak-anaknya bisa sekolah, Kartini Tegalpingen dapat menjadi menjadi inspirasi  untuk perempuan saat ini, dimana dengan keterbatasnnya masih dapat membantu orang lain,”  katanya.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Purbalingga untuk sengkuyung dan saling tolong menolong dalam kehidupan.

“Siapapun , baik itu pejabat, pengusaha, dan siapa saja yang mampu dan  hidup di Purbalingga  harus  membantu rakyat Purbalingga,” pungkasnya.  (Bnc/Kominfo/DALP)

Tentang Penulis

Leave A Response