Pengusaha Kayu dan Pemkab Banjarnegara Lahirkan Tiga Rekomendasi

Ditulis 09 Mar 2010 - 16:30 oleh Banyumas1

BANJARNEGARA – Sambung rasa Asosiasi Pedagang Pengusaha Kayu Banjarnegara dengan Pemkab dan Pengusaha perwakilan pabrik kayu melahirkan tiga rekomendasi. Rekomendasi ini lahir berdasar pada berbagai permasalahan yang muncul selama dialog yang paling menonjol yaitu berupa advokasi hukum, masalah perijinan dan permodalan. ”Rekomendasi ini untuk selanjutnya akan diupayakan untuk dilaksanakan” tegas Edi Yusmianto, Ketua APPKB ,Selasa (09/03).

Menurut Edi yang juga Wakil Ketua DPRD ini, rekomendasi pemberian advokasi hukum kepada anggota APPKB terkait berbagai permasalahan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha perdagangan dan pengusahaan kayu. Baik karena faktor formal maupun non formal.

Perijinan juga muncul menjadi masalah yang sering mengganjal di kalangan pedagang dan pengusaha. Karena ketidaktahuan prosedur seringkali membuat masalah perijinan ini menjadi kendala dalam usaha. Oleh karena itu perlu adanya sosialisasi perijinan. ”Sosialisasi ini penting agar pedagang dan pengusaha kayu mengerti dan mau menjalankan peraturan yang ada” katanya.

Hal ketiga yang muncul adalah permodalan. Banyak pengusaha kayu berteriak kurangnya modal sementara lembaga keuangan yang bersedia memberikan pinjaman membutuhkan syarat tertentu.”Untuk atasi hal tersebut, kita akan berupaya mengaktifkan koperasi dan mempertemukan anggota dengan lembaga keuangan” kata Edi.

Upaya revitalisai APPKB ini rupanya mendapat apresiasi positif dari Dinas Kehutanan. Karena itu, untuk mendukung operasional APPKB, Dinas Kehutanan memberikan salah satu ruang yang berada di lingkungan kantornya sebagai Kantor Sekretariat APPKB. Pada kesempatan tersebut, secara simbolis diserahkan kunci dari Kepala Dinas kepada Ketua APPKB.

Hadir pada acara yang berlangsung di Pendopo Dipayudha Adigraha Sekda Syamsudin, S. Pd., M. Pd., Assisten II, Ketua APPKB, Pembina APPKB, Kepala Dinas dan Instansi, Anggota APPKB se Kabupaten Banjarnegara dan Perwakilan Pabrik Kayu dari Banjarnegara,  Wonosobo dan Semarang.

Tebang 1 pohon, tanam 10 pohon

Bupati Banjarnegara melalui Assisten II Aryadi Joko Pradono menyambut baik diselenggarakannya acara silaturahmi dan sambung rasa ini. Berkaitan dengan aktivitas usaha kayu ini Bupati mengingatkan kepada para pengusaha untuk selalu waspada. Hal ini dikarenakan usaha pemanfaatan sumber daya alam hasil hutan berupa kayu-kayuan ini berkaitan dengan fungsi hutan untuk penghijauan dan keseimbangan ekosistem. Karena bila pemanfaatan hasil hutan ini tak terkendali ancamannya adalah masa depan kita semua. ”Jangan sampai ketika tinggal satu pohon, baru kita menyesali semua yang telah terjadi. Sebab ketika itu terjadi, uang pun tak ada gunanya” katanya.

Oleh karena itu, saya berharap para pengusaha atau mereka yang bergerak di bidang pemanfaatan hasil untuk ikut aktif dalam persoalan ini. Sebab kalau tidak ada kesungguhan, ancaman itu akan semakin mendekat. Seperti apa yang kita pelajari dari kasus saudara kita di daerah atas akibat pemanfaatan untuk tanah pertanian yang berlebihan, air yang keluar dari sumber mata air di daerah tersebut tidak dapat dikonsumsi. Sehingga mereka terpaksa harus pergi puluhan kilometer ke wilayah kabupaten tetangga untuk memperoleh air bersih. ”Karena itu saya berharap, para pelaku usaha di bidang ini untuk memegang teguh slogan, tebang 1 pohon, tanam 10 pohon” katanya. (BNC/eko))

Tentang Penulis

Leave A Response