Festival Rewanda Bojana, Ritual Jaro Rojab dan Harmoni Alam

Ditulis 24 Apr 2017 - 07:01 oleh Banyumas1

rewanda bojanaFestival Rewanda Bojana. Sebuah festival tahunan yang diadakan di kompleks Masjid Saka Tunggal, Desa Cikakak, Kecamatan Wangon. Tahun ini digelar pada Minggu (23/4/2017), menjadi satu rangkaian tradisi budaya Jaro Rojab.

Jaro Rojab adalah tradisi masyarakat adat berupa pergantian pagar sekitar kompleks masjid Saka Tunggal.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Saptono, mengatakan festival ini didahului hiburan oleh kelompok kesenian yang menghibur pengunjung pada pembukaan festival. Kemudian, ada tumpeng ageng dan tumpeng igir buah yang dipersiapkan oleh masyarakat dari 12 desa.

Gunungan buah tersebut diarak menuju Taman Kera Masjid Saka Tunggal sebagai sajian makanan kera ekor panjang.

Gunungan buah dan sayuran untuk kera di Taman Kera Cikakak dalam festival Rewanda Bojana

Inilah tali-temali ritual terkait tradisi keagamaan berupa penggantian pagar masjid, atau Jaro Rojab yang dilakukan satu tahun sekali, yaitu pada tanggal 26 Rajab. Ritual ini diikuti oleh seluruh warga Desa Cikakak dan sekitarnya. Sebuah kesadaran akan pentingnya revitalisasi berupa simbol pagar (keamanan) yang harus selalu diperbarui.

Juga adanya kesadaran menyatu dengan alam, berkhidmat dengan alam, berupa pemberian makan untuk kera yang hidup di Taman Kera Cikakak. Gunungan buah yang ‘dipersembahkan’ kepada ratusan kera berekor panjang, penghuni hutan di Cikakak yang berada di sekitaran Masjid Saka Tunggal, bisa sebagai simbol kearifan hidup berdampingan sesama mahluk Tuhan. Tidak memusnahkan habitat lokal.

Sebuah harmoni alam yang indah dan inspiratif dari Cikakak, dimana kawanan primata yang hidup di sekitar Masjid Saka Tuggal ikut ‘diistimewakan’ dan menjadi bagian dari kehidupan warga setempat. (BNC/ist)

Tentang Penulis

Leave A Response