Perempuan Harus Tahu Pentingnya Sadari dan Sadanis | Dari Seminar Kanker RS Ananda

Ditulis 20 Apr 2017 - 16:10 oleh Banyumas1

BanyumasNews.com, PURWOKERTO – Menyongsong peringatan Hari Kartini, Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas bersama Rumah Sakit Ananda, menggelar Seminar Kanker Payudara dan Kanker Seviks, Kamis (20/4/2017) di Pendopo Sipanji, Purwokerto. Kegiatan dibuka oleh Bupati Banyumas Achmad Husein diikuti oleh sekitar 300 ibu-ibu dari berbagai organisasi wanita.

Dalam sambutannya, Bupati Banyumas menyampaikan bahwa deteksi dini penyakit kanker, baik kanker serviks maupun kanker payudara, mutlak diperlukan. Apalagi dengan banyaknya kasus kematian yang diakibatkan oleh kanker tersebut.

Menurut Bupati, alasan utama tingginya dan meningkatnya kanker karena kurang tahunya informasi tentang penyakit tersebut dan juga rasa takut terhadap penyakit kanker.

Bupati juga memberi apresiasi kepada dr Toni S Muditay SpOG yang telah memprakarsai seminar ini.

“Dengan seminar ini, diharapkan ibu-bu menambah wawasan dengan tujuan agar mengetahui gejala-gejala awal serta tidak takut melakukan pemeriksaan dini. Setelah mengetahui, tolong nanti pada pertemuan yang didapat disebarkan kepada anggota lain, agar penyakit kanker dapat dicegah,” kata Bupati.

Peserta seminar kanker RS Ananda Purwokerto

Sementara itu Direktur Rumah Sakit Ananda dr Widyanto mengajak dalam memperingati Hari Kartini ke 138, semua dapat mengenang perjuangan Kartini dalam mengangkat derajat kaum perempuan. Untuk itu dia mengajak kartini kartini sekarang ikut peduli terhadap ibu-ibu yang meninggal disaat usia muda.

“Mari bersama kita selamatkan wanita dari kanker payudara dan kanker serviks, karena sesungguhnya penyakit kanker, dapat dicegah,” kata dr Widy.

Sedangkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas, Ny Ernawati Sulistianingsih Achmad Husein, mengajak kepada peserta agar menjadi pejuang-pejuang wanita yang dapat menyelamatkan wanita lain terbebas dari kaker serviks dan kanker payudara.

“Para perempuan harus sadar pentingnya menjaga kesehatan payudara dan serviks, dengan cara mencegah melului pemeriksaan payudara sendiri (sadari) maupun melalui pemeriksaan payudara klinis (sadanis),” katanya.

Menurut Erna Husein, metode tersebut akan memberikan banyak keuntungan yaitu pemeriksaan sederhana, mudah, murah, cepat dan sensitifitas yang cukup baik.

Pada seminar ini menghadirkan narasumber dr Ibnu Ahyar, SpOG, dr Linda SpPK, dr Dian Tunjung Sp Rad dengan moderator dr Setya Dian Kartika SpOG. (BNC/Pars)

 

Tentang Penulis

Leave A Response