Achmad Husein Bupati Pertama Akseptor KB Vasektomi (MOP)

Ditulis 18 Apr 2017 - 12:57 oleh Banyumas1

BUPATI vasektomi

BanyumasNews.com, PURWOKERTO – Bupati Banyumas Achmad Husein resmi menjadi akseptor keluarga berencana (KB) menggunakan kontrasepsi mantap pada pria atau metode operasi pria (MOP). Kegiatan vasektomi dilaksanakan Selasa (18/4/2017) di Balai Kesehatan Masyarakat Ibu dan Anak (BKMIA) Kartini Jl Raga Semangsang Purwokerto.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah, Wagino, mengatakan pihaknya memberi apresiasi kepada Bupati Banyumas, karena secara nasional,  Achmad Husein merupakan bupati pertama yang menjadi akseptor  KB MOP. Selama dia bertugas di berbagai tempat, belum pernah ada bupati yang mau menjadi akseptor KB MOP.

“Insya Allah ini akan menjadikan semacam `pilot project` pengembangan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) Program KB di Jawa Tengah,” katanya.

Dia mengaku optimistis keikutsertaan  Bupati Banyumas menjadi akseptor KB MOP berpengaruh positif dan memberi dampak yang sangat besar terhadap masyarakat.

Bupati Achmad Husein usai operasi MOP

Lebih lanjut, Wagino mengatakan MOP aman bagi akseptor KB karena tidak perlu repot mencari alat kontrasepsi lainnya seperti pil, suntik, atau kondom. Serta cukup sekali dilaksanakan oleh akseptor dan berfungsi seumur hidup.

Sebelum mengikuti layanan KB MOP, Bupati mengatakan harus ada kesetaraan antara pria dan wanita dalam pelaksanaan program KB, sehingga dia memutuskan untuk ikut sebagai akseptor  KB MOP.

“Jangan banya wanita saja yang wajib mengikuti KB, tetapi laki-laki juga harus ikut KB,” katanya.

Selain itu, kata dia, keikutsertaannya menjadi akseptor KB MOP atau yang dikenal dengan sebutan vasektomi juga dilatarbelakangi oleh salah satu tugas bupati untuk ikut mengampanyekan program KB.

Dengan menjadi akseptor  KB MOP, kata dia, akan semakin mantap ketika mengajak masyarakat untuk mengikuti program KB, baik menggunakan MOP, MOW (metode operasi wanita) atau tubektomi, maupun alat kontrasepsi lainnya.

“Kalau saya ber-KB ketika memromosikan ‘yo ikut MOP’ akan lebih mantap,” tegasnya.

Selain Bupati, pada pelaksanaan MOP ini, ada 15 pria lain yang melakukan kegiatan yang sama. Mereka adalah pejabat publik antara lain Kabid Pengendalian Pendukuk Slamet Hartono, Camat Sumbang Nungki, beberapa Kepala Desa, Kepala Dusun dan masyarakat lainya. (BNC/Para)

 

Tentang Penulis

Leave A Response