Wisata Batu Gilang Green Park Lengkapi Destinasi Wisata Desa Panusupan

Ditulis 16 Apr 2017 - 19:24 oleh Banyumas1

 

Batu gilangBanyumasNews.com, PURBALINGGA – Destinasi wisata desa Tanalum, Kecamatan Rembang, Purbalingga, Jawa Tengah, kini semakin bervariasi. Bertambah satu lagi destinasi wisata baru: Batu Gilang Green Park, wisata yang mengangkat keindahan Curug Karang.

Destinasi ini melengkapi 9 destinasi wisata yang sudah ada sebelumnya di Desa Wisata Panusupan.

Kepala Desa Panusupan Imam Yulianto menuturkan, Curug Karang berada di perbatasan desa Panusupan dengan Desa Tanalum. Sebelumnya sudah dikembangkan oleh para pegiat wisata di desa Tanalum. Pengembangan Curug Karang menjadi destinasi wisata Batu Gilang Green Park merupakan kolaborasi peningkatan fasilitas wisata di antara kedua desa itu.

“Kami bersama pihak Tanalum bersepakat bekerjasama terutama dalam hal sapta pesona utamanya peningkatan akses dan keamanan wisata alam Curug Karang ini,” katanya saat peresmian Batu Gilang Green Park oleh Bupati Purbalingga, Sabtu (15/4/2017).

Wisata Batu Gilang PanusupaGG dengan aakses baru. Guna meningkatkan akses menuju wisata alam Curug Karang yang berada di Dukuh Pagelaran,  Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Tanalum bersama masyarakat setempat membangun akses jalan sepanjang 1 km, dilengkapi fasilitas rest area dan parkir kendaraan. 

Di lokasi curug, juga dilengkapi jembatan selfi yang akan mempermudah akses para wisatawan menuju lokasi curug tiga tingkat itu. Ke depan akan ditambah lagi dengan fasilitas lain seperti flying fox.

Dikatakan oleh Pengelola Batu Gilang Green Park, Sarwono, seluruh pembangunan baik akses jalan maupun fasilitas pendukung wisata dilakukan dengan swadaya masyarakat mencapai Rp 155 juta dan dukungan gotong royong warga senilai Rp 245 juta. “Kami berharap ada dukungan pengaspalan dari pemkab,” pintanya.

Peresmian wisata Batu Gilang oleh Bupati Purbalingga Tasdi

Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH, MM mengaku sangat mengapresiasi berbagai inovasi yang muncul dari gerakan masyarakat dalam mengembangkan potensi pariwisata di Desa Panusupan. Ia berharap konsep wisata “Mampir Tapa” (Makam, Sumampir, Tanalum dan Panusupan) harus dapat diwujudkan. “Semua harus dapat bekerjasama,” katanya.

Dikatakan Bupati, pariwisata Purbalingga pada 2016 lalu mampu menarik kunjungan wisatawan mencapai 1,7 juta orang. Sedangkan khusus di desa wisata Panusupan telah dikunjungi 150 ribu pengunjung.

“Saya harapkan ke depan tidak hanya dikunjungi 150 ribu orang. Harus diupayakan bisa 250 ribu, 300 ribu bahkan satu juta orang dapat masuk berwisata di desa Panusupan dan wiayah kecamatan Rembang,” harapnya.

Ia pun mengatakan kalau rakyatnya sudah kompak dan semangat, nanti akan dibantu pengaspalan dan dukungan dana bantuan khusus Rp 200 juta untuk Panusupan. (BNC/HR/TQ)

 

Tentang Penulis

Leave A Response