Wisata Petik Buah Botania Garden Bikin Danrem Kesengsem

Ditulis 14 Apr 2017 - 13:58 oleh Banyumas1

botani garden purbalinggaDanrem 071/Wk Kolonel Inf Suhardi ‘Kesengsem’ alias terpikat pada wisata baru petik buah Botania Garden desa Karangcengis, Bukateja, Purbalingga, Jawa Tengah.

Saat mengunjungi agro wisata Botani Garden “Bogar” usai melakukan panen padi bersama Forkopimda Purbalingga dan Kelompok Tani Sido Muncul Desa Bukateja, Kamis (13/4/2017) Danrem 071/Wk berkesempatan memetik buah dengan memanjat pohon maupun memetik buah yang terjangkau dengan tangan.

Bogar Garden merupakan salah satu destinasi wisata baru di Purbalingga, setelah sebelumnya ada wisata petik strowberi di Desa Wisata Serang, Karangreja. Botani Garden (Bogar) berlokasi di Desa Wisata Karangcengis, Bukateja, Purbalingga. Di Bogar, para pelancong atau wisatawan akan diajak pengelola untuk memetik aneka buah langsung dari pohonnya dan dapat dinikmatinya sembari melihat keindahan panorama alam sekitarnya.

Danrem Kol Inf Suhardi memanjat pohon di Botani GARDEN Purbalingga

Berbagai macam tanaman buah ada di Bogar ini, diantaranya jambu citra, jambu biji kristal, jambu biji merah, jeruk, kelengkeng dan belimbing.

Pegiat agro wisata Desa Karangcengis yang sekaligus Ketua Pengelola Bogar Abdi Legowo menyampaikan kepada Danrem 071/Wk Kolonel Inf Suhardi, ide mengembangkan agro wisata petik buah tersebut sudah berjalan hampir tiga bulan, hal ini dilatarbelakangi “trenyuh” (iba_red) melihat kondisi petani di Desa Karangcengis yang selalu merugi hasil panen buahnya.

Luasnya kebun buah dan hasil panen yang melimpah menyebabkan harga buah turun drastis di petani pada saat musim panen. Dengan melihat hal tersebut, Abdi Legowo mulai memberdayakan petani untuk diajak bergabung dalam Botani Garden.

Danrem Kol Inf Suhardi bersama pengelola Botani Garden

Dikatakan bahwa di Bogar, petani tidak mengeluarkan biaya tambahan tapi justru mendapat keuntungan lebih jika menjualnya ke para pelancong atau wisatawan. Keuntungan lebih ini tentu dengan harga jual buah yang hampir sama dengan harga di pasaran, bila dijual ke tengkulak tentunya harga jauh di bawah harga pasar.

Saat ini Botani Garden mengelola 183 hektar lahan kebun buah milik para petani, yang tetap menggarap kebunnya sendiri dan pengelola mengatur kunjungan wisatawan ke kebun yang sudah siap panen.

“Botani Garden ini rencana dibuka secara resmi menjelang Lebaran 2017 ini, tiket pengunjung Rp. 5 ribu dan dapat minuman gratis jus buah hasil kebun yang ada di Bogar. Selain itu juga dapat bebas masuk kebun dan menikmati suasana kebun yang rindang”, kata Abdi.

Pengunjung yang membawa pulang buahnya ditimbang lebih dulu, harga dipastikan di bawah harga pasaran, tambah Abdi.

Bila kebun sudah beroperasi resmi, pengunjung juga diberikan caping untuk peneduh dan keranjang kecil tempat hasil petik buah. Untuk saat ini tengah siapkan gasebo, sarana MCK, warung di tengah kebun dan sarana prasarana lain untuk kenyamanan pengunjung.

Meski belum resmi, pengunjung sudah ramai berdatangan. “Botani Garden sudah dipasarkan kerjasama manajemen PD Owabong selaku pembina, kami juga sudah diajari cara pengelolaan wisata dengan prinsip Sapta Pesona Wisata. Yang jelas kami ingin berikan yang terbaik untuk para pengunjung yang datang di Botani Garden”, terangnya.

Sementara itu, Danrem 071/Wk Kolonel Inf Suhardi usai mendengarkan keterangan ketua pengelola agro wisata Botani Garden Abdi Legowo, menyampaikan rasa kesengsem (terpikat/tertarik) dengan apa yang telah dilakukan pengelola agro wisata tersebut. Dikatakan Danrem bahwa apa yang dilakukan ini semata-mata selain dalam rangka pelestarian alam juga sebagai wahana peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya para petani buah yang ada di wilayah Desa Karangcengis dan sekitarnya.

“Kita datang ke sini selain untuk melihat dan mendengar secara langsung proses agro wisata itu sendiri juga sebagai wahana silaturahmi dan komunikasi sosial dengan pengelola maupun petani agro sendiri. Dengan hal seperti ini, kita dapat belajar dan menimba ilmu serta wawasan tentang agro wisata maupun agro lainnya”, kata Danrem. (BNC/dy)

Tentang Penulis

Leave A Response