Mengapa Petani Beralih Tanam Padi Berumur Pendek

Ditulis 13 Apr 2017 - 22:55 oleh Banyumas1

 

Varietas M 400 dan D 70 Hasilkan 7,3 Ton/Ha, petani mulai beralih tanam padi berumur prndek.

BanyumasNews.com, PURBALINGGA – Para petani padi di wilayah Desa/Kecamatan Bukateja mulai beralih menanam padi berumur pendek dan memiliki produktivitas tinggi. Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sida Muncul setidaknya menanam padi varietas M 400 seluas 15 hektar dan varietas M 70 D seluas 5 hektar. Produktifitas hasil panennya rata-rata 7,3 ton per hektar Gabah Kering Panen (GKP).

Hasil panen padi varietas tersebut dibuktikan langsung oleh Komandan Korem 071/Wijaya Kusuma Kolonel Inf Suhardi, Bupati Purbalingga Tasdi, SH, MM, Komandan Kodim 0702 Letkol Kav Dedi Safrudin,  Kepala Perum Bulog Sub Divisi Regional Banyumas Setio Wastono, Ketua Tim penggerak PKK Ny Erni Widyawati Tasdi, dan  sejumlah tamu undangan lain yang hadir pada temu lapang panen raya padi dan serap gabah petani di lahan Dem Farm kelompok tani Sida Muncul, Desa/Kecamatan Bukateja, Kamis (13/4/2017).

Kepala Dinas Pertanian Ir Lily Purwati mengungkapkan, varietas padi M 400 dan M 70 D masih berupa galur, artinya hasil padi panenannya bisa dijadikan bibit lagi. Varietas M 400 usia panen 84 hari, sedang varietas M 70 D berusia 70 hari. Selain berumur pendek, keunggulan varietas ini adalah tahan terhadap serangan hama, memiliki daya tahan terhadap lingkungan, tidak mudah roboh, dan memiliki jumlah bulir padinya bisa mencapai 400 buah.

“Dengan umur padi yang pendek dan produktivitas yang tinggi, maka dalam satu tahun bisa ditanam 3 – 4 kali pada sawah yang irigasi baik. Oleh karenanya kami optimis target surplus beras 81 ribu ton pada tahun ini bisa tercapai,” kata Lily.

Dari sasaran target penanaman padi seluas 49 ribu hektar, lanjutnya, hingga saat ini sudah terealisasi seluas 23 ribu hektar. Rata-rata produktivitas padi hasil panen 6,01 ton/ha. Hasil panen terendah 5,6 ton/ha di lahan wilayah Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, sementara di lahan lainnya di wilayah Purbalingga ada yang bisa mencapai 8 ton/ha.

Bupati Purbalingga Tasdi di lahan padi Bukateja

Bupati Purbalingga Tasdi pada kesempatan itu meminta kepada Bulog untuk menyerap gabah hasil panen petani sesuai dengan standar harga yang telah ditetapkan pemerintah sesuai Perpres nomor 20 tahun 2017 tentang Pedoman Pembelian Harga Gabah dan Beras petani.

“Petani jangan sampai dirugikan dengan hasil panenannya, oleh karenanya Bulog segera membeli gabah petani sesuai yang ditargetkan,” pinta Tasdi.

Sementara itu Komandan Korem 071/Wijaya Kusuma Kolonel Inf Suhardi menyampaikan apresiasi kepada para petani yang telah bekerja keras dan ikut mendukung kedaulatan pangan.

“Ketahanan nasional bisa tercapai jika ada ketahanan pangan. TNI bersama petani akan mewujudkan hal itu, dan TNI siap mendampingi serta mendorong para petani dalam menanam padi,” kata Suhardi. (BNC/yit/Hr/th)

Ket foto : Panen padi varietas M 400 dan M 70 D di areal sawah anggota kelompok tani Sida Muncul, Desa/Kecamatan Bukateja, Purbalingga, Kamis (13/4).

Tentang Penulis

Leave A Response