Ganjar: Purbalingga Titik Terpenting Pertumbuhan Ekonomi di Eks Karesidenan Banyumas

Ditulis 11 Apr 2017 - 20:42 oleh Banyumas1

BanyumasNews.com, PURBALINGGA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuat pernyataan yang membanggakan bagi pemerintah dan warga Purbalingga. Ia mengatakan Purbalingga akan menjadi titik terpenting pertumbuhan ekonomi di Eks Karesidenan Banyumas.

Ia mengatakan, pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemkab/Pemkot akan melakukan akselerasi terhadap proyek-proyek besar di Jawa Tengah. Termasuk diantaranya adalah realisasi pengembangan Pangkalan Udara Jenderal Besar Soedirman menjadi Bandar Udara Komersial.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Purbalingga, Selasa (11/4/2017) saat meresmikan pasar Bobotsari.

“Ini (pembangunan bandara-red) yang coba kita upayakan terus menerus karena perjuangannya sangat panjang sekali. Targetnya masa jabatan Presiden sampai 2019 nanti, proyek-proyek besar ini mesti selesai,” kata Ganjar.

Menurutnya, bila bandara sudah terwujud maka Purbalingga akan menjadi titik terpenting dalam pertumbuhan ekonomi se-eks karesidenan Banyumas.

Purwokerto, menurutnya, nantinya akan menginduk transportasinya ke Purbalingga, kemudian Banjarnegara dan Wonosobo semua pariwisatanya akan masuk, termasuk Kebumen dan Pemalang juga akan masuk ke Purbalingga.

“Rupa-rupanya kita masih harus bersabar. Tetapi Insya Allah kemarin saya sudah sampaikan kembali kepada Pak Presiden, yang di Purbalingga ini jangan sampai ketinggalan. Harus kita cantolkan, biar ikut dalam lokomotif percepatan pembangunan,” katanya.

Bandara Wirasaba menunggu kepastian menjadi Bandara Komersial

Saat ini, kata Gubernur, dirinya mengaku bangga karena percepatan pergerakan pembangunan di Kabupaten Purbalingga sudah mulai membuahkan hasil dan pertumbuhan ekonomi menjadi sangat tinggi. “Dan itulah yang bisa dipersembahkan kepada rakyat bagaimana kemudian pemerintah meladeni rakyat dengan baik”, lanjutnya.

Gubernur mengingatkan agar perempuan-perempuan hebat yang berdagang di pasar juga harus mendapat perhatian.

Menurut Ganjar, perbankan yang beroperasi di pasar belum seluruhnya bisa mempermudah akses kredit kepada para pedagang. Sehingga pedagang seringkali karena sudah kepepet tidak bisa cari modal, akhirnya yang paling gampang adalah ke bank Titil  (rentenir-red).

“Bank Jateng ada program yang bisa membantu usaha kecil agar mereka bisa mengakses modal dengan gampang. Yang terbaru adalah kredit mini dengan plafon Rp 1 juta dan bunga hanya 3 persen setahun. Kita harapkan mereka yang butuh lebih cepat bisa berjalan,” tandasnya. (BNC/*)

Tentang Penulis

Leave A Response