Aisyiyah Purbalingga Peringati Hari TB se Dunia | Sosialisasikan Pencegahan TB

Ditulis 09 Apr 2017 - 18:37 oleh Banyumas1

BanyumasNews.com, PURBALINGGA – Hari Tuberkulosis (TB) se Dunia yang jatuh pada 25 Maret lalu, diperingati Komunitas Peduli TB Aisyiyah Purbalingga, dengan menggelar berbagai kegiatan yang dipusatkan di Alun-alun Purbalingga, pada Minggu (9/04/2017) pagi.

Kegiatan diawali dengan senam sehat TB dan senam erobik, pembagian masker gratis, pengecekan kesehatan dan USG gratis.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan bersama penanggulangan TB oleh Bupati Purbalingga Tasdi,  Kepala Dinkes Hanung Wikantono, dan Ketua PD Muhammadiyah Purbalingga Ali Sudarmo.

Selanjutnya dilakukan penandatanganan 1.000 petisi penanggulangan TB oleh masyarakat umum.

Koordinator Komunitas Peduli TB Imam Nur Fauzi mengatakan, tujuan kegiatan sebagai salah satu wujud kepedulian untuk menuju Purbalingga hidup sehat bebas TB. Yakni dengan slogan “temukan TB obati sampai sembuh”. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat, karena penyakit TB merupakan penyakit mematikan nomor 5 di dunia.

“Dari program ketuk 1.000 pintu, di Purbalingga terdapat 504 suspek penderita TB dan ada 23 penderita TB baru. Termasuk 2 TB anak-anak dan 1 pengidap HIV,” kata Fauzi saat peringatan TB se-dunia di Alun-alun Purbalingga, Minggu (9/4/2017).

Sedangkan Bupati Purbalingga saat membuka acara, sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Komunitas peduli TB Aisyiyah. Karena penyakit TB pengobatan harus intensif, menyeluruh dan rutin. “Untuk itu perlu kepedulian semua masyarakat termasuk dalam hal ini komunitas untuk ikut melakukan penanggulangan secara preventif yakni dari pintu ke pintu mensosialisasikannya”, katanya.

Dikatakan Tasdi, Gerakan Hidup Sehat (Germas) bisa menjadi salah satu solusi untuk menanggulangi TB. Yakni dengan aktifitas fisik (olahraga), peningkatan hidup bersih dan sehat, penyediaan pangan yang sehat. Peningkatan deteksi dini penyakit, peningkatan kualitas lingkungan, dan peningkatan edukasi hidup sehat.

Tasdi menambahkan, solusi kedua dengan pendekatan dini keluarga oleh Puskesmas. Pendekatan melakukan deteksi dini, pengobatan segera bagi yang sakit, upaya melakukan promotif dan preventif, serta penanggulan resiko pada keluarga.

“Dengan dua pendekatan Germas dan pendekatan keluarga, saya percaya bisa menekan penyakit TB,” pungkasnya. (BNC/Sap’S)

Tentang Penulis

Leave A Response