Kesenian Banyumasan Tampil Memukau dalam United Nation Medal Parade di Libanon

Ditulis 08 Apr 2017 - 09:05 oleh Banyumas1

BanyumasNews.com, BEIRUT – Kesenian Banyumasan kuda lumping dan thek-thek (kentongan), berhasil memukau penonton pada acara United Nation (UN) Medal Parade di Port of Beirut, Lebanon, Kamis (6/4/2017) lalu.

UN Medal merupakan penghargaan tertinggi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dianugerahkan kepada pasukan pemelihara perdamaian yang telah berhasil melaksanakan tugas misi PBB selama lebih dari 90 hari berturut turut atau lebih, dengan pengabdian tanpa cela. Penghargaan itu diberikan kepada pasukan Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIII-I/UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon).

Kepala Divisi Kebaharian KRI Bung Tomo – 357,  Lettu Laut (P) Rafael Bimantoro, melalui pesan email yang dikirimkan kepada Ir Prayitno, M.Si, redaktur pelaksana BanyumasNews.com, Jum’at (7/4/2017) mengungkapkan, Satgas Maritim yang beranggotakan 107 prajurit TNI kontingen Garuda sebagai pengawak KRI Bung Tomo-357 dikomandani oleh Kolonel Laut (P) Heri Triwibowo. Pasukan itu telah melaksanakan misi di Laut Mediterania Lebanon.

Prajurit dengan kostum Punakawan, Hanoman, di UN Medal Parade

“Pasukan kontingen Garuda ini dinilai mampu menorehkan prestasi yang diakui oleh sesama unsur Maritime Task Force (MTF) maupun pihak UNIFIL”, katanya.

“Performa kapal, semangat dan profesionalisme prajuritnya, serta keberhasilannya dalam setiap tugas dan operasi yang diemban selama keberadaannya di Area of Maritime Operation  (AMO) menjadikan KRI Bung Tomo-357 sebagai salah satu andalan MTF,” ujar Rafael Bimantoro.

Upacara pemberian penghargaan itu dipimpin langsung oleh Maritime Task Force Commander (MTFC), Rear Admiral Sergio Fernando De Amaral Chaves Junior.

Usai upacara UN Medal Parade dilanjutkan dengan foto bersama dan resepsi acara di geladak Heli KRI Bung Tomo-357. Acara resepsi diawali dengan sambutan Duta Besar LBBP (Luar Biasa Berkuasa Penuh) RI untuk Lebanon Bapak HA Chozin Chumaidy dan penyerahan plakat sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih kepada MTF Commander Rear Admiral Sergio Fernando De Amaral Chaves Jr., Lebanese Navy Commander Rear Admiral Majed Alwan, dan kepada Komandan KRI Bung Tomo- 357 Kolonel Laut  (P) Heri Triwibowo,  dilanjutkan dengan foto bersama.

Selanjutnya ramah tamah disajikan menu khas Indonesia seperti soto Betawi, bakso, rendang. Tidak ketinggalan pula persembahan Tari Tradisional Indonesia antara lain Tari Teruna Jaya, Tari Pitung, Tari Kuda Lumping Banyumasan, Tari Saman Aceh dan Gemu Famire.

Foto bersama penampil usai UN Medal Parade

Penampilan kolaborasi tari tradisional, musik band modern dan kentongan yang dibawakan secara rancak oleh tim kesenian prajurit satgas maritim.

“Hal yang menarik bagi para tamu adalah alunan nada kentongan khas daerah Banyumasan yang terbuat dari bambu dan gerakan tarian unik Ebeg Banyumasan yang atraktif. Irama musik yang selaras dengan suara khas kentongan mampu menarik perhatian para tamu yang hadir dengan turut bergabung menari Gemu Famire atau sekedar mengabadikan moment,” kata Rafael.

Kesenian khas dari sekitar wilayah Cilacap, Banyumas, Purbalingga ini memang sengaja didatangkan oleh Komandan KRI Bung Tomo-357 yang memang  putra asli Banyumas. Selain itu berbagai kostum punakawan, anoman, gatotkaca dan adat daerah lain juga turut menambah semaraknya suasana.

“Indonesia merupakan negara yang unik dan sangat beraneka ragam kebudayaannya”, kata Hussein, salah satu tamu undangan warga Lebanon, sebagaimana dikutip Rafael. (BNC/yit)

Tentang Penulis

Leave A Response