Masjid Kapal Bahtera Nabi Nuh, Obyek Wisata Baru di Semarang

Ditulis 04 Apr 2017 - 20:34 oleh Banyumas1

Kapal Nabi Nuh atau Bahtera Nabi Nuh menjadi inspirasi bentuk atau design sebuah masjid di Semarang yang kini sedang viral. Masjidnya pun disebut “Masjid Kapal BahteraNabi Nuh”.

Ya, disebut masjid kapal karena bentuknya seperti kapal. Persisnya menggambarkan kapal Bahtera Nabi Nuh yang menyelamatkan umatnya saat negerinya diterjang banjir bandang.

Masjid unik ini berada di kampung pinggiran Semarang wilayah Barat. Tepatnya di Jalan Kyai Padak RT 5/RW 5, Kelurahan Podorejo Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Sekitar 15 kilometer dari bandara A Yani. Dari bundaran Kalibanteng ke arah barat melewati UIN Semarang menuju BSB belok ke kanan. Di kampung dekat hutan itulah seorang kyai bernama Achmad membangun masjid unik ini seluas 2.500 meter persegi.

Bentuknya mirip kapal memanjang berlantai tiga. Karena keunikannya, masjid ini langsung viral di media sosial. Orang-orang mengunjunginya. “Masjid Kapal” ini dibangun berlantai tiga. Lantai pertama ruang pertemuan, lantai dua untuk masjid, dan lantai tiga untuk aktivitas mengajar dan balai kerja.

Husein, orang yang dipercaya mengawasi proyek masjid menjelaskan pemilik masjid Kyai Achmad memang punya mimpi membuat masjid mirip kapal Nabi Nuh. “Jadi sambil mengingat sejarah, untuk kembali mengajak mengingat Tuhan, maka dibuatlah masjid ini. Proses pembangunan sudah 90 persen,” katanya.

Masjid dengan design kapal Nabi Nuh di Semarang

Pesan Kyai Achmad jika masjid sudah jadi, bisa dimanfaatkan warga secara gratis untuk pertemuan, hajatan, atau resepsi pernikahan. Kyai Achmad merupakan ulama Semarang yang juga seorang guru agama. Masjid seluas 2.500 meter persegi itu dibangun layaknya perahu dengan panjang 50 m, lebar 17 meter, dan tinggi 14 meter. Memiliki bentuk kapal besar lengkap dengan jendela berbentuk bulat, puritan, haluan, dan aksesoris kapal lainnya.

Masjid ini akan dinamai As-Safinatun Najah oleh pemiliknya. Nanti akan ada bangunan klinik di sebelah kiri, dan asrama putri di belakang. Selama pengerjaan telah melibatkan 40 tukang, dan sudah berlangsung 1,5 tahun.  Bahan bangunan batu bata dengan total biaya sudah Rp 5,5 miliar.

“Nanti bangunan kapal memiliki enam pintu utama di samping kanan dan kiri dan memiliki 74 bendera berbentuk bulat, digambar oleh seorang arsitek,” katanya dikutip dari keterangan pers tertulis, Senin 20 Maret 2017 lalu. (BNC/nan/*)

Tentang Penulis

Leave A Response