ACFTA tak pengaruhi industri rambut palsu Purbalingga

Ditulis 07 Mar 2010 - 17:46 oleh Banyumas1
ilustrasi - cosplay emotion

ilustrasi - cosplay emotion

PURBALINGGA – Kekhwatiran pemberlakuan Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA) terhadap masa depan usaha kecil menengah (UKM) rupanya tidak dirisaukan para pelaku industri rambut palsu atau wig dan bulu mata palsu di Purbalingga, Jawa Tengah.

Ketidakrisauan itu didasarkan pada orientasi ekspor produk wig, yaitu ke Amerika dan Eropa. Hal ini dikatakan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (API) Purbalingga, Saryono baru-baru ini, dimana pihaknya tidak mempermasalahkan pemberlakuan ACFTA karena industri rambut palsu Purbalingga lebih berkonsentrasi pada pasar ekspor ke Amerika dan Eropa.

Menurutnya, pasar rambut palsu maupun bulu mata palsu produksi Purbalingga di dalam negeri sangat sedikit, bahkan cenderung tidak ada.  Saat disinggung kemungkinan adanya persaingan dengan produksi rambut palsu asal China, ia mengatakan, industri wig Purbalingga siap bersaing dengan produk China.

“Kami berani bersaing, karena kualitas produk wig Purbalingga tak kalah dengan China,” kata pemilik perusahaan wig PT Tiga Putra Abadi Perkasa Purbalingga ini.

Sementara mengenai permintaan ekspor rambut palsu, dikatakan hal itu terus mengalami perbaikan pasca terjadinya krisis finansial global. Menurut SARYONO, ekspor rambut palsu saat ini meningkat sekitar 10 persen.

Di Purbalingga saat ini terdapat 19 industri penanaman modal asing (PMA) yang sebagian besar berasal dari Korea, dan 18 di antaranya merupakan industri wig dan bulu mata palsu yang sebagian besar melakukan ekspor ke Amerika Serikat dan Eropa. Keberadaan industri tersebut menyerap banyak tenaga kerja karena sifatnya yang padat karya. (BNC/ist/voi)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. barca 28/09/2010 pukul 21:04 -

    bisa pesan wignya dimana ya??

Leave A Response