Banyumas Mampu Kurangi Angka Kemiskinan 3,59 %

Ditulis 28 Mar 2017 - 13:03 oleh Banyumas1

BanyumasNews.com, BANYUMAS – Kepala Badan Pusat Statistik Propinsi Jawa Tengah, Dr Margoyono, mengatakan selama Periode 2011-2016, Kabupaten Banyumas mampu menurunkan angka kemiskinan sebesar 3,59 ini diatas nasional 1,27 dan Jateng 2,14.

“Mekipun penduduk miskin masih cukup tinggi, tetapi progres penurunan perlu mendapat perhatian dan perlu upaya yang terus menerus,” katanya.

Hal itu disampaikan pada Musyawarah Rencana Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) eks Keresidenan Banyumas di Banyumas, Senin (27/03/2017) yang digelar di Pendopo Duplikat Si Panji, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas.

Musrenbangwil dihadiri para kepala daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah serta kepala organisasi perangkat daerah dari Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

Data statistik juga mencatat bahwa Kabupaten Banyumas menunjukan kinerja yang baik dengan indikasi yang terukur. Seperti Indek Pembangunan Manusia Banyumas berada di atas IPM Jateng 6,49. “IPM diukur dari harapan hidup, kesehatan, pendidikan dan daya beli,” kata Margoyono.

Pertumbuhan Ekonomi Banyumas juga di atas nasional dan Jawa Tengah yaitu 6,12. Hal ini ditopang dengan adanya industri pengolahan secara luas, pertanian dan kontruksi. Sedangkan inflasinya terendah di Eks Karesidenan Banyumas.

Musrenbangwil se eks Karesidenan Banyumas di pendopo duplikat di Panji Banyumas

Usulan Bupati

Dalam Musrenbangwil kali ini Bupati Banyumas Ir H Achmad Husein menyampaikan 17 usulan secara langsung pada Gubernur Ganjar Pranowo. Usulan yang disampaikan meliputi  usulan sektoral provinsi dan bantuan keuangan provinsi.

Usulan sektoral ada tujuh item, yakni usulan pembangunan Museum Residen Banyumas dan Patung Bung Karno, pengadaan tanah dan pembangunan SMK Negeri Lumbir dan peningkatan jalan di berbagai tempat.

Keberhasilan perencanaan dan meningkatnya indikator indek pembangunan mengantarkan Banyumas meraih penghargaan Pangripta Nusantara. Untuk tahun 2016 menjadi 10 besar Nasional dan tahun 2017 kembali dievaluasi oleh Tim Tingkat Nasional. (BNC/puh/pars)

Tentang Penulis

Leave A Response