Kronologi Pengamanan Pengemudi Ugal-ugalan di Purbalingga yang Videonya Jadi Viral

Ditulis 07 Mar 2017 - 07:20 oleh Banyumas1

sopir mabuk purbalingga

BanyumasNews.com, PURBALINGGA – Heboh video seorang polisi yang mengamankan seorang pengemudi yang ugal-ugalan yang viral di medsos telah ditarik kasusnya ke Polda Jateng. Berikut adalah kronologi peristiwa itu sesuai release yang disampaikan oleh Polres Purbalingga.

Kejadian terjadi hari kamis tanggal 2 Maret 2017 jam 13.00 WIB.

Kronologis kejadian, pada saat Bripda Afif sedang di bengkel knalpot Indra Indojaya untuk membetulkan kendaraan, tiba-tiba ada orang yang minta tolong untuk menghentikan kendaraan Avanza silver Nopol B 1182 NKJ yang berhenti di pertigaan Sarah Sereh sambil berteriak-teriak memaki-maki masyarakat.

Kemudian beserta masyarakat meminta untuk kendaraan dipinggirkan, tetapi kendaraan Avanza justru melarikan diri.

Pengemudi Waskito diamankan Bripda Afif

Bripda Afif berinisiatif untuk mengikuti dan berusaha menghubungi Aiptu Sutanto (Kanit Turjawali).

Pada saat melintasi perempatan Karang Kabur, kendaraan dihentikan oleh masyarakat dan disuruh keluar kendaraan dan dipukuli oleh masyarakat.

Bripda Afif yang berada di sekitar TKP berusaha mengamankan yang bersangkutan, yaitu Sdr Waskito (pengemudi mobil Avanza) dari amukan massa dan berusaha menelepon Polsek terdekat untuk minta bantuan.

Pada saat diminta untuk tinggal, Sdr Waskito BU justru akan kabur sehingga dipukul oleh Bripda Afif supaya jangan pergi karena banyak masa.

Pemukulan polisi terhadap pengemudi ugal-ugalan yang videonya viral di medsos

Pada saat di dalam mobil Sdr Wakito mengambil besi yang secara reflek ditendang oleh Bripda Afif.

Karena sulit untuk diberitahu sehingga Bripda Afif menjambak korban untuk keamanan korban.

Setelah Polsek Kutasari datang, kemudian korban dibawa ke Polres untuk dimintai keterangan.

Hasil klarifikasi adalah sebagai berikut :

a. Korban a/n Waskito BU, lahir Purbalingga, 13 Desember 1994, Katholik, mahasiswa, alamat Desa Brobot, Bojongsari, Purbalingga.

b. Kondisi yang bersangkutan adalah sakit , untuk sementara diduga psikologi jiwa yang labil (depresi), informasi dari ibu korban.

c. Kemudian korban dibawa ke rumah sakit Harapan Ibu (HI) oleh Bripka Widodo yang kenal dan merupakan tetangga korban.

Kegiatan yang sudah dilakukan :

1. Menghubungi dan menyerahkan korban,

2. Meminta maaf berkaitan dengan perlakukan yang tidak profesional pada saat mengamankan korban dari amuk massa,

3. Memeriksa Bripda Afif berkaitan dengan ketidakprofesionalan dalam mengamankan korban.

(BNC/*)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. TYO 10/03/2017 pukul 00:30 -

    Yang saya lihat ga begitu kok. Mengamankan apanya? Apa benar begitu caranya polisi mengamankan??? Di bawanya jg kayak maling aja. Mukanya d tutupin tas kresek. POLISI MACAM APA ITU BOS? Apa prosedur pengamanan yg diterima pada saat pendidikan spt itu?

Leave A Response