Bupati Brebes ditahan, pelayanan publik diharapkan tetap normal

Indra Kusuma
Indra Kusuma

BREBES – Pasca penahanan Bupati Brebes Indra Kusuma SSos oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di LP Cipinang Jakarta, pelayanan publik di Brebes diharapkan tidak terpengaruh. Namun sepekan setelah orang nomor satu di Brebes itu ditahan, rupanya berdampak terhadap etos kerja para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan sekretariat daerah (Setda) setempat. Dikabarkan banyak PNS yang mangkir tanpa alasan yang jelas. Tak hanya itu, agenda kerja Bupati Indra Kusuma juga ikut kacau karena tidak bisa dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Wakil Ketua DPRD Brebes, Drh. Agus Sutrisno, dihubungi BanyumasNews.Com mengatakan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu dan tetap normal. Karenanya pimpinan dewan telah berinisiatif mengumpulkan para kepala dinas atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar mereka tetap melakukan pelayanan secara normal. “Pemerintahan tetap harus berjalan, dan pelayanan public harus diutamakan”, katanya.

Pimpinan dewan menurut Agus Sutrisno berencana pergi ke Jakarta untuk bezuk sekaligus berkoordinasi dengan Bupati. Sesuai aturan, sebelum Bupati Indra Kusuma resmi menjadi terdakwa, maka kendali pemerintahan tetap dipegang Bupati. Selanjutnya Agung Widiantoro berpotensi menjadi Bupati setelah ada putusan tetap pengadilan. “Ini kalau dia tidak ikut terseret kasus”, kata sumber BanyumasNews.Com di kalangan dewan.

Beberapa agenda kerja Bupati Indra Kusuma bagaimanapun terpaksa ditunda karena masih menjalani proses hukum di Jakarta. Seperti acara pelantikan pejabat yang batal dilaksanakan.

Seperti diberitakan, Bupati Brebes Indra Kusuma ditahan KPK terkait kasus dugaan korupsi mark up pengadaan tanah Pemkab senilai Rp. 11 miliar pada 2003.  Mark up pengadaan tanah Pemkab tersebut telah mengakibatkan kerugian negara Rp 5 miliar. (BNC/puh)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.