Belum ada, pembebasan lahan Bendung Slinga Kalikondang

Ditulis 22 Jul 2009 - 09:55 oleh Sista BNC

Terkait dengan rencana pembangunan Bendung Slinga, hingga saat ini belum ada tanda-tanda realisasi pembebasan lahan milik warga. ”Pembebasan lahan itu masih menunggu dari Balai Pengelolaan DAS Serayu Opak Progo yang menjadi pelaksana pembangunan bendungan Slinga,” kata Camat Kaligondang, Tri Hendarwati, Rabu (22/7).
Tri menjelaskan, lokasi lahan untuk pembangunan bendungan telah disurvei. Tapi pemasangan patok pada lahan warga yang akan terkena proyek pembangunan bendung belum dilakukan. ”Hingga saat ini emerintah kecamatan dan pemerintah desa juga belum tahu lahan yang bakal terkena proyek itu,” ujar Tri.
Diperkirakan, pembangunan Bendung Slinga membutuhkan lahan milik warga sekitar empat hingga 6 hektar. Tiga hektar berrada di Desa Slinga. Sisanya berada di Desa Penaruban dan desa lain yang dilalui saluran irigasi bendungan ini.
Tri Hendarwati menegaskan, warga Slinga pada prinsipnya tidak keberatan.lahannya digunakan untuk pengembangan bendungan. Apalagi pembangunan bendung untuk kepentingan masyarakat luas, khususnya petani yang selama ini kesulitan mendapatkan pasokan air. Di samping lahan di sekitar kawasan bendungan merupakan lahan yang tidak produktif. Saat ini yang diperlukan hanyalah sosialisasi dari pemerintah desa ke warga.
Hal yang perlu diantisipasi dalam pembangunan bendungan ini, menurut Tri, adalah munculnya makelar tanah yang memanfaatkan kesempatan proyek pembangunan Bendung Slinga.
Tri mengingatkan warga yang kemungkinan lahannya akan terkena proyek ini agar tidak memanfaatkan kesempatan dengan aji mumpung.
Terpisah, Kabid Fisik dan Prasarana Bappeda Purbalingga, Siswanto menjelaskan, terdapat enam desa yang lahan sawahnya sangat tergantung air irigasi dari bendung Slinga. Masing-masing Desa Slinga, Kaligondang, Penaruban, Brecek, Kembaran Wetan dan Kalikajar yang seluruhnya di wilayah kecamatan Kaligondang. Akibat tidak berfungsinya bendung Slinga ini, petani di desa-desa ini kesulitan mendapatkan pasokan air terutama pada musim kemarau.
Perbaikan bendung Slinga membutuhkan dana yang besar dan tidak mungkin dialokasikan hanya dari APBD kabupaten Purbalingga. Karenanya biaya perbaikan bendungan itu didanai langsung pemerintah pusat. Hingga saat ini tahap persiapan yang sedang berlangsung adalah pengerjaan review Detail Engeneering Design (DED).
Sementara, pemerintah dan warga Desa Slinga Kecamatan Kaligondang mengusulkan, bila kelak bendung Slinga sudah selesai dibangun, Pemkab Purbalingga membangun sebuah jembatan di sekitar bendung itu. Jembatan itu menghubungkan desa Slinga dengan Desa Banjaran kecamatan Bojongsari.
”Kalau bisa terealisasi, sangat potensial sebagai kawasan wisata,” tutur Camat Kaligondang Tri Hendarwati. (banyumasnews.com/pyt)

Wabup tinjau Bendung Slinga

Wabup tinjau Bendung Slinga

tinjau bendung slinga

Tentang Penulis

Leave A Response