Pilkada Kebumen makin dekat, PDIP belum ‘bulat’

Ditulis 03 Mar 2010 - 07:24 oleh Banyumas1

pdip logoKEBUMEN – Pilkada Kebumen makin dekat, namun gejolak internal di tubuh pengurus PDIP Kebumen masih mewarnai pencalonan bupati yang mereka usung, alias belum bulat. Bahkan diberitakan, sebanyak 17 Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Kebumen menolak rekomendasi DPP atas penetapan pasangan Rustriyanto SH – dokter Rini Kristiani MKes, yang disingkat Rustri sebagai calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) untuk mengikuti Pilkada Kebumen 11 April 2010.

Mereka menganggap proses turunnya rekomendasi itu tidak prosedural, sehingga mengebiri demokrasi. Tujuh belas PAC itu yakni dari Kebumen, Buluspesantren, Karangsambung, Karanggayam, Karanganyar, Kuwarasan, Sempor, Pejagoan, Petanahan, Rowokele, Klirong, Adimulyo, Sruweng, Ambal, Mirit, Prembun dan PAC Poncowarno.

Sikap 17 PAC tersebut merupakan buntut dari pelaksanaan rapat pleno yang mengalami gejolak dengan perolehan suara yang sama-sama belum mencapai 50 % + 1 dari dua kandidat Ketua DPC yakni Rustriyanto 13 PAC dan Subandi 12 PAC. Satu PAC dari Kecamatan Adimulyo abstain.

Lebih lanjut, SK DPP Nomor 423 dan 424 tentang penjaringan dan penyaringan bakal cabup dan cawabup yang diperkuat dengan SK DPP tentang pedoman pelaksanaan Konfercab disebutkan, rekomendasi harus melalui Rapat Kerja Khusus (Rakercabsus) atau Konferensi Cabang (Konfercab). Rustriyanto yang juga adik dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Dra Rustriningsih MSi itu menyatakan, Konfercab akan digelar sebelum Pilkada.

Namun belum juga Konfercab digelar, Rekomendasi DPP yang menetapkan pasangan Rustri turun, tertanggal 13 Februari 2010. Rekomendasi dengan Nomor 3211/IN/DPP/II/2010 itu ditandatangani Sekretaris Jenderal DPP PDIP Ir Pramono Anung W MM. Karuan saja, turunnya rekomendasi itu dinilai tidak procedural.

Ketua DPD PDIP Provinsi Jawa Tengah, Murdoko bahkan mengaku tidak membuat surat yang mengusulkan pasangan Rustri agar mendapatkan rekomendasi dari DPP tersebut. Padahal, keberadaan DPD itu sebagai konsideran (penindak lanjut).Seperti dalam Rekomendasi itu yang berbunyi memperhatikan surat DPD Nomor 1832-12/II-A/DPD/2010. ”Ini kan aneh, kok bisa muncul rekomendasi Rustriyanto – Rini,” herannya.

Lebih dari separo dari 26 PAC yang ada di Kebumen pun kemudian menolak adanya Rekomendasi tersebut. Ketua PAC Kebumen, Kotot Riyanto didampingi Ketua PAC Mirit, Rofiq dan Sekretaris PAC Karangsambung, Wahid Setiawan mengaku akan mengklarifikasi kepada DPP terkait proses turunnya rekomendasi Rustri.

Secara terpisah, mantan Ketua Fraksi PDIP, Heru Budiarto membenarkan dan mendukung sikap dari 17 PAC tersebut. ”Kalau sampai mendukung keputusan atau instruksi terkait rekomendasi itu (Rustri —red), maka berarti sudah terlibat dalam konspirasi mendukung yang salah. Kami mendukung pencalonan dari PDIP, asalkan prosedural dan sesuai aturan partai. Ini sebagai pembelajaran dan pendidikan politik,” jelas Heru. (BNC/puh/smol)

Tentang Penulis

Leave A Response