BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah Zona 4 Jateng-DIY Kecam Jambore Nasional Mahasiswa Cibubur

Ditulis 07 Feb 2017 - 20:59 oleh Banyumas1

BanyumasNews.com, PURWOKERTO – Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (BEM PTM) Zona 4 Jateng/DIY, mengecam kegiatan mahasiswa yang dikemas dalam Jambore Mahasiswa di bumi perkemahan Cibubur, Jakarta, 4-6 Februari 2017 lalu. BEM PTM menilai kegiatan tersebut sudah terkontaminasi dengan penguasa dan partai politik tertentu.

Hal itu disampaikan BEM PTM Jateng/DIY dalam release yang diterima redaksi Selasa (7/02/2017) sore. Gerakan mahasiswa masih menjadi gerakan yang ditakuti oleh pemerintah, terbukti dengan berbagai upaya pemangku kekuasaan untuk mengendurkan idealisme dan kekompakan aliansi persatuan mahasiswa Indonesia, demikian bunyi pernyataan itu.

Dikatakan, upaya pemerintah yang dikemas dalam kemewahan suatu kegiatan Jambore dan Silahturahmi Mahasiswa Indonesia yang mengusung tema kebhinekaan, sebagai bentuk upaya pembungkaman suara mahasiswa.

Kegiatan yang konon diikuti oleh sekitar 3000 mahasiswa yang berasal dari 500 kampus se Indonesia itu menurut BEM PTM, dari mulai undangan sudah bermasalah.

“Undangan tersebut tidak mencantumkan nama instansi penanggung jawab kegiatan, kop surat, cap dan kedudukan ketua panitia”, katanya.

Kejanggalan muncul kembali ketika tidak adanya transparansi dana dan panitia dalam penjelasan kegiatan di proposal.

Menurut BEM PTM Zona 4 Jateng/DIY, pertanyaan mengenai transparansi dana terjawab ketika beberapa yang hadir langsung dalam kegiatan, menjumpai karangan bunga dari sponsor dan donatur yang bertuliskan nama jajaran kabinet kerja dan beberapa politisi dari partai pemenang pemilu. Berdasarkan keterangan kontingen Lampung keberangkatan mereka diurus oleh POSPERA.

“Kedatangan para elit birokrat seperti Menteri Pertanian, Menkominfo dan tokoh penting lainnya yang seharusnya untuk mendatangkannya memerlukan aspek administratif dan kejelasan acara, ternyata dapat mengisi kegiatan dengan leluasa”.

Agenda yang menurut BEM PTM banyak terdapat keganjalan diantaranya:

1. Bendera Nasional tidak disediakan panitia dan bendera sempat tidak berkibar sehingga ada peserta membawa bendera naik ke panggung,

2. Logo Pancasila tidak ada dalam ruangan agenda tersebut,

3. Di dalam acara pembukaan tidak ada pembacaan doa apa lagi pembacaan kitab suci,

4. Isi materi banyak menyudutkan ormas Islam dan mantan Presiden RI ke-6,

5. Pengusiran mahasiswa dari ruang acara karena kritis terhadap kebijakan pemerintah,

6. Salah satu pemateri mengatakan komunisme di Indonesia sudah tidak ada,

Maka atas dasar itu,  BEM PTM ZONA 4 JATENG-DIY tidak ingin tulang punggung Indonesia di masa depan, yaitu mahasiswa, dipecah belah oleh kepentingan tertentu.

Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Esa, BEM PTM Zona 4 Jateng/ DIY dengan tegas menyatakan sikap :

1. Menolak segala upaya pembungkaman suara mahasiswa yang dilakukan pemerintah di BUPERTA Cibubur pada tanggal 4 – 6 Februari 2017,

2. Menolak dengan tegas tindakan untuk memecah belah pergerakan dan idealisme mahasiswa,

3. Menolak segala hasil dari agenda JAMBORE MAHASISWA di BUPERTA Cibubur dikarenakan forum tersebut sudah terkontaminasi dengan kepentingan penguasa dan kepentingan Partai Politik,

4. Mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk selalu bersikap kritis dan memberikan solusi atas permasalahan bangsa ini,

5. Mendesak kepada seluruh mahasiswa untuk membongkar aktor intelektual dibalik agenda JAMBORE MAHASISWA di BUPERTA Cibubur.

(BNC/ist/alm)

Tentang Penulis

Leave A Response