Terancam Longsor, 2 KK di Kertanegara Minta Direlokasi

Ditulis 01 Mar 2010 - 23:19 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Dua rumah di Dusun Jair Desa Adiyarsa Kecamatan Kertanegara Purbalingga

Dua rumah yang nyaris tergerus longsor (foto:tgr/BNC)

Dua rumah yang nyaris tergerus longsor (foto:tgr/BNC)

terancam longsor. Ancaman longsor ini kali kedua selama musim penghujan setelah sekitar sebulan yang lalu di lokasi yang sama terjadi longsor seluas 50 meter. Meskipun longsor yang terjadi kemarin (28/2) hanya menggerus tanah pekarangan seluas 3 meter, dua kepala keluarga meminta untuk segera direlokasi di tempat yang relatif aman sebelum longsor selanjutnya memakan korban jiwa dan harta.

Pada longsor sebelumnya, tanah pekarangan di belakang rumah Daryono (70) hanya tersisa ½ meter. Hal ini membuat Daryono berkeputusan memotong bagian belakang rumahnya seluas 1½  meter agar rumahnya yang terlanjur merekah tidak sampai ambrol. Namun, pada longsor kali ini bagian belakang rumah Daryono yang belum lama direhabpun harus mengalami retak-retak sepanjang ½ meter di dua titik.

Selain Daryono, Suwarno (34) yang notabene anak ketiga Daryono, juga mengalami kejadian yang sama. Baik keluarga Daryono maupun Suwarno mengaku ketakutan setiap hujan turun. Mereka memilih mengungsi ke rumah tetangga yang masih relative aman.

“Kami sudah takut kalau hujan turun. Kami berharap bisa pindah ke tempat yang lebih aman. Tapi sayangnya kami tidak punya tanah selain disini. Kalau ada, kondisinya juga miring,” ujar Daryono kepada Tim Gabungan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi , Bagian Humas dan Bagian Kesra saat melakukan survey lokasi Senin (1/3).

Menurut Kepala Dusun I, Cholifah, pihaknya telah berembug dengan perangkat desa lainnya dan menyediakan tanah kas desa untuk tempat relokasi kedua KK tersebut. “Masih ada sekitar 1 hektar tanah kas desa yang bisa digunakan sebagai relokasi korban tanah longsor. Yang kami butuhkan dukungan dari pemerintah kabupaten untuk bisa merealisasikan keinginan warga ini,” ujarnya.

Sementara itu, menurut data dari Bagian Kesra Setda Kabupaten Purbalingga dan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Purbalingga, selama tahun 2010 ini sedikitnya telah ada 7 titik rawan longsor yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Rembang (3 titik), Karangjambu (2 titik) dan Kertanegara (2 titik).

Pemkab Purbalingga melalui Bagian Kesra memiliki pos anggaran untuk bencana dengan kriteria rusak berat dan runtuh. Untuk rumah kategori rusak berat akan menerima bantua senilai Rp. 400 ribu, sedang untuk rumah runtuh akan menerima bantuah 750 ribu. Jika dalam satu titik lokasi terdapat lima rumah yang mengalami kerusakan berat atau hancur, bisa berpeluang menerima bantuan dari provinsi senilai hingga Rp. 5 juta setiap rumahnya.

“Secara nilai nominal mungkin sangat kecil. Tapi pemkab sifatnya memang hanya membantu meringankan. Pemkab akan melakukan survey lapangan dan menganalisa, jika memang tersedia anggaran dan mendesak untuk dibantu, maka pemkab akan membantu,” ujar Kasubag Kesejahteraan Masyarakat pada Bagian Kesra, Windu Hartono. (BNC/cie)

Tentang Penulis

Leave A Response