Saidah, TKI Saudi Asal Sokaraja 26 Tahun Hilang Kontak

Ditulis 05 Feb 2017 - 17:25 oleh Banyumas1

Saidah (liputanbmi)

BanyumasNews.com, BANYUMAS – Berita tentang TKI/TKW asal Banyumas Raya, baru saja beberapa hari yang lalu BanyumasNews.com mengabarkan TKW Teni Agustina, warga Desa Pagerandong, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, yang sudah enam tahun bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia, hilang kontak hingga saat ini. Kini berita lebih mengenaskan, TKI asal Dusun Karang Nanas, Desa Wadas Malang, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, bernama Saidah binti Ketadiwangsa (65), sudah tidak diketahui keberadaanya selama 26 tahun.

Dikutip liputanbmi.com, Saidah berangkat ke Arab Saudi pada tahun 1991, menurut pihak keluarga Saidah bekerja di kota Jeddah.

“Saya sudah melapor ke BNP2TKI, tapi belum ada hasil,” ujar Tulus Bahari, anak menantu Saidah saat dikonfirmasi LiputanBMI melalui pesan singkat, Rabu (4/01/2017) lalu.

Lanjut kata Tulus, ibu mertuanya itu hanya satu kali mengirim uang pada tahun 1992, selanjutnya pihak keluarga putus kontak dengan Saidah.

Saidah masih punya suami yang saat ini masih setia menunggu, yakni Hadi Marjono.

Menurut Tulus, dirinya mendengar kabar tentang mertuanya dari seorang TKI di Arab Saudi yang pernah bertemu dengan Saidah. Dari informasi tersebut, Tulus mengaku mengetahui sedikit kabar tentang mertuanya meski tidak bisa secara langsung berkomunikasi.

“Ada temannya ibu Saidah yang pernah bertemu dan pernah mengirimkan photo ibu Saidah. Katanya ibu Saidah sangat tertekan ingin pulang tapi majikannya tidak ngasih gaji, menghubungi keluarga di Indonesia saja tidak boleh,” jelasnya.

Tulus pun berharap ibu mertuanya itu dapat segera pulang dan kembali berkumpul dengan keluarga.

Sementara itu Kabid Pemberdayaan TKI DPW BMI-SA Jeddah Hendar Abdinegara, mengaku telah melaporkan kasus tersebut ke KJRI Jeddah. Menurutnya pihak KJRI Jeddah sudah menghubungi majikan Saidah.

“Kasusnya sudah kami laporkan satu bulan yang lalu, kepada KJRI Jeddah sang majikan mengaku akan segara memulangkan ibu Saidah,” kata Hendar.

Masih kata Hendar, KJRI Jeddah seharusnya bersikap tegas dengan langsung memanggil majikan Saidah, tanpa harus mempercayai janji yang diucapkan majikannya.

“Kami khawatir ibu Saidah dipulangkan tanpa membawa seluruh haknya, tapi mudah-mudahan KJRI Jeddah cepat tanggap menangani masalah ini,” tandasnya. (sumber: liputanbmi.com)

Tentang Penulis

Leave A Response