Pembangunan Pabrik di Purbalingga ancam lahan produktif

Ditulis 22 Jul 2009 - 09:44 oleh Sista BNC

”Rencana pembangunan pabrik jangan sampai mengorbankan lahan pertanian produktif,” demikian Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertanhut) Kabupaten Purbalingga, Lily Purwati, Rabu (22/7), menanggapi rencana pendirian pabrik gula rafinasi di Purbalingga. Pembangunan pabrik tersebut diperkirakan akan membutuhkan lahan antara 20 hingga 25 hektare.
”Lahan sawah yang mampu menghasilkan produksi padi dan produk-produk pertanian lain, jangan sampai dibeli para investor untuk pembangunan pabrik. Bila pembangunan pabrik mengorbankan lahan produktif, nanti berakibat menurunkan produksi padi di Purbalingga,” ujar Lily.
Prinsipnya, lanjut Lily, pemkab harus mempertahankan luas sawah yang ada saat ini untuk menjaga ketahanan pangan. Setidaknya pembangunan pabrik gula tidak berada pada lahan irigasi. Serta diarahkan pada lahan tidak produktif atau tadah hujan. Karena setiap tahun luas sawah di Purbalingga selalu menyusut untuk pembangunan pabrik dan perumahan.
”Saya berharap perluasan lahan untuk tanaman tebu itu dilakukan di wilayah tadah hujan. Seperti Kecamatan Kaligondang, Karangmoncol, Kertanegara, Karanganyar, Bobotsari dan Karangreja. Atau di lahan kering seperti wilayah Kecamatan Pengadegan dan Kejobong,” tuturnya sembari menyebutkan, saat ini luas lahan tebu di Kabupaten Purbalingga mencapai 612 hektar yang tersebar di wilayah Kecamatan Kemangkon, Bukateja, Mrebet dan Bobotsari.
Meski demikian, pihaknya menyambut baik keinginan investor untuk mendirikan pabrik gula rafinasi di Purbalingga. Pasalnya sejumlah wilayah di Purbalingga cocok untuk lokasi pengembangan tanaman tebu yang menjadi bahan baku pembuatan gula.
”Saya sih menyambut baik keinginan investor untuk mendirikan pabrik gula rafinasi di Purbalingga. Pasalnya sejumlah wilayah di Purbalingga cocok untuk lokasi pengembangan tanaman tebu yang menjadi bahan baku pembuatan gula,” tuturnya.
Seperti diberitakan, pihak investor gula rafinasi telah menyampaikan langsung kepada Bupati Purbalingga untuk menjajaki potensi pendirian pabrik gula di Purbalingga. Apabila dukungan bahan baku berupa tanaman tebu mencukupi di wilayah Purbalingga dan sekitarnya, termasuk dari Banjarnegara, dan Banyumas, diperkirakan pada tahun 2013 pabrik sudah beroperasi di Purbalingga. (banyumasnews/pyt)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. agus kusworo 12/08/2010 pukul 11:53 -

    saya sangat setuju aja klo dipurbalingga dibangun pabrik tebu ,tetapi benar apa yg dikatakan pertanian harus cari tmpat yg jangan sampai mematikan hasil pertanian yang bisa tiap bulan menghasilkan ,misl sayuran,kalo bisa di kec kaligondang kayanya strategis.terimakasih.

Leave A Response