Bobotsari Miliki Pasar Baru | Jalan-jalan Belanja ke Pasar Tradisional Bakal Nyaman

Ditulis 22 Jan 2017 - 17:59 oleh Banyumas1

BanyumasNews.com, PURBALINGGA – Bobotsari kini memiliki gedung bangunan pasar tradisional baru. Masyarakat Bobotsari dan sekitarnya bakal nyaman jalan-jalan sambil belanja di pasar tradisional. Namun bangunan baru tersebut kini masih dalam penyempurnaan.

Pemindahan pedagang dari lokasi darurat ke pasar baru Bobotsari ditargetkan pada bulan Maret 2017. Para pedagang seluruhnya bisa menempati pasar baru sebelum bulan Ramadan, dan menjelang keramaian Idul Fitri pada bulan Juni 2017.  Pada saat menjelang Idul Fitri diharapkan kondisi pedagang sudah stabil menempati pasar baru tersebut.

“Kami mentargetkan pemindahan pedagang paling lambat bulan Maret 2017 atau tiga bulan menjelang Idul Fitri. Sebelum pemindahan, akan dilakukan sejumlah pembenahan oleh pihak rekanan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag),” kata Bupati Purbalingga Tasdi, SH, MM disela-sela melakukan peninjauan kesiapan pasar Bobotsari, Sabtu (21/01/2017).

Bupati Tasdi tinjau pasar Bobotsari

Tasdi mengatakan, pembenahan beberapa kekurangan dilakukan oleh pihak rekanan karena masih dalam tahap masa pemeliharaan. Pembenahan diluar kontrak dengan pihak rekanan akan dilakukan bertahap oleh Dinperindag. “Kalau masih tertuang dalam kontrak, berarti pembenahan bangunan yang belum sempurna dilakukan selama masa pemeliharaan,” ujar Tasdi.

Tasdi mengaku sejumlah kekurangan yang disampaikan oleh paguyuban pedagang Pasar Bobotsari dan masukan dari DPRD. Sejumlah kekurangan itu antara lain jumlah kios yang masih kurang 64 buah, menyesuaikan dengan jumlah pedagang kios yang ada. Kemudian soal masih ada tempat yang bocor, dan kemasukan air saat terjadi hujan. “Pembenahan itu akan dilakukan bertahap, Pemkab berharap para pedagang tetap tenang dan semua akan diatur oleh Diperindag,” kata Bupati.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Bobotsari, Puput Adi Purnomo menyambut baik kejelasan pemindahan pedagang pasar Bobotsari ke pasar baru. Kejelasan ini sangat dinantikan karena para pedagang sudah menempati pasar darurat yang beberapa kali pindah hingga tahun lebih lamanya. “Kami menyambut baik keputusan Bupati yang akan memindahkan pedagang paling lambat bulan Maret 2017. Sehingga para pedagang pada lebaran mendatang sudah bisa berjualan dengan tenang di tempat baru,” kata Purnomo.

Pasar Bobotsari masih harus disempurnakan

Purnomo mengakui, soal kekurangan kios dan beberapa bagian bangunan yang masih belum sempurna bisa dimaklumi. Hal ini karena niat Pemkab yang akan membenahi kekurangan di sejumlah tempat. “Yang jelas, para pedagang sudah ingin berjualan di tempat baru, sudah bosa di tempat darurat yang kurang nyaman,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Minggu pertama Januari 2017, Komisi II DPRD Purbalingga melakukan kunjungan ke pasar baru Bobotsari. Komisi II menemukan sejumlah kekurangsempurnaan seperti adanya keramik yang pecah, air masuk ruangan jika hujan besar, bocor pada bagian atas gedung, kios yang terhalang pilar besar, dan soal pintu. Selain itu, masih ada 64 pedagang yang tidak kebagian kios maupun lokasi berdagang di gedung yang baru.

Pasca kunjungan Komisi II, pihak rekanan langsung mengganti dan memperbaiki sejumlah kekurangan. Sejumlah pekerja pada Sabtu (21/1) juga terlihat memperbaiki keramik yang pecah dan membersihkan lantai dari sisa semen. (y)

Tentang Penulis

Leave A Response