Bupati Banyumas Pimpin PSN | Setelah Dua Kasus DB Di Rempoah

Ditulis 22 Jan 2017 - 17:41 oleh Banyumas1

Pemeriksaan jentik

BanyumasNews.com, BANYUMAS – Cara pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dicontohkan oleh Bupati Banyumas Achmad Husein. Hal tersebut dilakukan saat Bupati memimpin pemberantasan sarang nyamuk (PSN), Sabtu (21/01/2017) di Grumbul Bulu Jangkar, Desa Rempoah Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Kegiatan juga dihadiri oleh Camat dan Muspika, kader PKK dan masyarakat sekitar.

Bupati mengatakan bahwa masyarakat harus waspada terhadap demam berdarah. Apalagi Rempoah masuk wilayah endemis penyakit demam berdarah. “Saat ini memasuki musim panca roba, dimana masih banyak hujan tetapi diselingi beberapa hari ada panas, musim seperti inilah biasanya nyamuk demam berdarah berkembangbiak,” katanya.

Bupati Banyumas Pimpin PSN di RempoahBaturraden

Bupati mencontohkan cara melakukan PSN, yang harus menjadi perhatian. Menurut Bupati kalau di rumah-rumah biasanya sudah cenderung bersih. “Coba perhatikan di pagar bambu bekas potongan dan yang masih ada sisa, biasanya digunakan untuk sarang nyamuk, Pak Camat, Pak Kades, Bu Kades coba lihat,” katanya saat menemukan jentik nyamuk di pagar.

Di hadapan para peserta, Bupati meminta mengefektifkan PSN karena itulah cara paling efektif untuk mencegah berkembangbianya nyamuk demam berdarah. Kepada warga yang ditemui bupati meminta untuk mengubur barang-barang yang sekitanya dapat menampung air hujan.

“PSN merupakan ibadah, karena bisa menyelamatkan jiwa seseorang, coba berapa banyak jentik yang ada di setiap genangan, untuk para kader PSN lebih dikonsentrasikan pada lokasi yang jarang dimasuki orang, misalnya kebon kosong dan tunggak bambu,” lanjut Bupati.

Camat Baturaden juga menemukan jentik-jentik nyamuk yang ditemukan pada kaleng bekas tempat mainan anak. Demikian halnya Kades Rempoah Sugeng Pujiharto menemukan jentik pada pralon sisa yang tergeletak.

Camat Lukman Nazarudin menyatakan di Grumbul Bulujangkar ada dua kasus DB, namun sudah ditangani dengan cepat sehingga tidak menimbulkan korban. Diharap setelah adanya kasus ini semua warga giat melakukan PSN. “Kami akan mengajak warga agar melakukan PSN minimal seminggu sekali” katanya. (BNC/pars)

 

Tentang Penulis

Leave A Response