Warga Diminta Selalu Waspada | Bupati Tinjau Longsor Gumelar

Ditulis 22 Jan 2017 - 14:17 oleh Banyumas1

BanyumasNews.com, GUMELAR – Bupati Banyumas Achmad Husein meninjau lokasi longsor di Dusun Karangkobar, Desa Karangkemojing, Kecamatan Gumelar, Banyumas, Sabtu (21/01/2017) kemarin. Akibat perbukitan longsor yang terjadi sejak Rabu (18/01/2017) malam, puluhan warga mengungsi karena rumah mereka terancam.

Bupati melihat lokasi bencana dari video camera drone

Setelah melihat lokasi longsor Bupati yang didampingi istri Ny Erna Husein, Kepala BPBD, Camat dan Muspika mengajak korban longsor untuk berdialog. Dialog dilaksanakan di Musholla dekat lokasi. Bupati mendengar laporan Kepala Desa, Kepala Dusun dan permintaan warga.

Kepala Desa Karangkemojing, Joko Purnomo mengatakan, walaupun wiyahanya berbukit-bukit baru terjadi longsor yang membahayakan warganya. Longsor perbukitan setinggi 53 meter tersebut luasnya mencapai 2,7 hektare (ha). “Perlu saya laporkan kepada Bapak Bupati bahwa diatas bukit saat ini ada lahan yang digunakan untuk sawah tadah hujan,” terang Kades.

Sedangkan Kepala Dusun Karangkobar, Arman Riyanto, mengatakan akibat longsor tersebut, terdapat 25 rumah terancam. Karena kekhawatiran, sebanyak 78 warga saat ini mengungsi ke rumah-rumah kerabat. “Pada malam hari mereka bermalam di rumah saudara, sedangkan pada siang hari masih beraktifitas seperti biasa,” katanya.

Arman juga mengatakan bahwa warganya yang tinggal di grumbul tersebut memang satu-satunya lahan yang dimiliki.

Ny Erna Husein ikut meninjau longsor Karangkemojing Gumelar

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas Prasetyo Budi Widodo mengungkapkan pihaknya telah mengirimkan bantuan logistik bagi warga yang mengungsi. Dan menghimbau penduduk terus melakukan ronda dan waspada, apalagi kalau hujan deras turun

Menanggapi hal itu Bupati memerintahkan untuk pencegahan awal persawahan yang ada di atas bukit diminta segera dikeringkan, dan meminta Kepala Desa segera membuat peraturan desa yang melarang daerah tersebut untuk tananam padi. “Segera koordinasikan dengan pemilik lahan, dan buat aturan demi penyelamatan warga,” pintanya.

Bupati juga melarang warga pada malam hari tinggal di rumahnya. “Termasuk siang hari, apabila terjadi hujan, segera tinggalkan rumah dan untuk sementara tinggal di rumah saudara” tambahnya.

Terkait dengan rencana kajian Tim Geologi, yang harus berkoordinasi ke Bandung bupati minta kepada BPBD dan OPD terkait segendung langsung membawa surat. “Jangan hanya surat menyurat, bawa langsung suratnya dan berkoordinasi dengan yang bersangkutan, karena proses kajian membutuhkan waktu 2 minggu, saya berharap 3 minggu kedepan harus ada kepastian,” kata Bupati.

Hal itu terkait dengan kepastian warga, apakah mereka aman di tempat yang ditingali sekarang atau seandainya lokasi tidak aman, mereka harus merelokasi.

“Untuk merelokasi perlu waktu bapak ibu, karena harus ada tanah yang untuk relokasi membutuhkan waktu, karena untuk ini perlu dianggarkan di APBD perubahan,” katanya.

Bupati juga mengajak warga untuk berdoa bersama, agar musibah ini tidak berkepanjangan. “Nanti sesekali diadakan doa bersama, ini saya membantu untuk membeli ayam,” kata Bupati sambil mengeluarkan uang. (BNC/pars)

Tentang Penulis

Leave A Response