Pemilihan Ketua PWI Banyumas Diwarnai Protes

Ditulis 25 Feb 2010 - 21:10 oleh Banyumas1

BANYUMAS-Pemilihan ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) cabang Banyumas yang berlangsung di Hotel Atrium Sokaraja, Kamis (25/02) berlangsung tegang. Hujan interupsi terjadi saat sejumlah peserta mempertanyakan tata tertib pemilihan.

Pemilihan Ketua PWI periode 2010-2014 ini terlihat mulai memanas saat sejumlah peserta mempertanyakan perihal keanggotaan PWI. Dalam pasal 11 ayai 1 Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga hasil konggres PWI 2007 jelas menyebutkan, mereka yang berhak memilih adalah mereka yang sudah menyandang sebagai Anggota Biasa PWI.

Sementara hampir 99 persen peserta yang hadir sama sekali tidak ada yang tercatat sebagai anggota biasa. Mereka hanya merupakan Anggota Muda.

” Kalau memang aturan yang berhak memilih adalah anggota biasa, tentu saja hampir seluruh yang hadir disini tidak memiliki hak untuk memilih. Karena itu pemilihan dianggap tidak sah, ” ujar Agus Maryono, peserta yang juga wartawan The Jakarta Post.

Hal senada dilontarkan Wartawan Republika Eko Widiarto. ” Pemilihan ini dipertanyakan keabsahannya. Karenanya mohon ditinjau kembali,” ujar Eko.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan PWI Jateng meminta agar peserta tidak bersifat kaku dalam memahami pasal pasal hasil Konggres ke 22 di Papua tersebut.

Dalam pemilihan tersebut dua kandidat ketua PWI, Sigit Oediarto (Suara Merdeka) dan Supriyanto Wasdi (RRI) bersaing ketat. Namun akhirnya Supriyanto Wasdi berhasil unggul tipis dan terpilih sebagai Ketua PWI Banyumas

Agus (Jakarta Post) saat melakukan aksi protes dalam Pemilihan Ketua PWI Banyumas (foto:tia/BNC)

Agus (Jakarta Post) saat melakukan aksi protes dalam Pemilihan Ketua PWI Banyumas (foto:tia/BNC)

(BNC/tia).

Tentang Penulis

Leave A Response