Pertama di Indonesia, Wayang Artefak Jadi Media Penyuluhan

Ditulis 24 Feb 2010 - 21:52 oleh Banyumas1

PURBALINGGA- Belum banyak orang mengenal jenis wayang yang satu ini. Bahkan mendengarnya saja pasti akan langsung bertanya-tanya. Tetapi inilah jenis wayang baru yang tercipta dari buah kreatifitas seorang arkeolog di Purbalingga.

Adalah Adi Purwanto, S.Si, M.Si, Arkeolog Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Purbalingga yang membidani lahirnya “Wayang Artefak”.

Dikisahkan Adi Purwanto, ide kreatifnya muncul saat dirinya terlibat dalam pembuatan Museum Wayang dan Artefak di kawasan wisata Sanggaluri Park Kutasari. Pada medio Desember 2009, bersama tim pelaksana lainnya, Adi Purwanto tengah menata koleksi wayang di Museum seperti wayang kulit, wayang suket, wayang revolusi, wayang Pancasila, wayang golek, dan lainnya.

“Saat itulah terbersit dalam pikiran saya untuk membuat pertunjukan wayang yang berbeda dan hanya ada di Purbalingga. Dan akhirnya lahirlah wayang artefak yaitu wayang yang berbentuk benda-benda cagar budaya seperti candi, menhir, arca dan lainnya,” ungkap Adi.

Wayang artefak ini, lanjut adi, akan ditampilkan pada acara Penyuluhan Sumber Daya Kepurbakalaan, Sejarah dan Museum, Rabu (24/2) malam ini di pendopo Cahyana Rumah Dinas Wakil Bupati Purbalingga.

Menurut sang dalang Ki Tejo Buntek, pada penyuluhan itu wayang artefak akan dikolaborasikan dengan wayang minimalis dan wayang sinema. Disebut wayang minimalis karena peralatan dan tokoh wayangnya serba minimalis dan wayang sinema adalah pertunjukan wayang menggunakan alat bantu LCD proyektor untuk menayangkan materi film-film penyuluhan.

“Intinya kami ingin memberikan informasi tentang kepurbakalaan melalui pertunjukan wayang yang dikreasi dengan media pertunjukan lainnya. kami berharap informasi penyuluhan akan mudah dicerna dan peserta tidak akan jenuh,” ujar Sutejo yang juga karyawan Disbudparpora Purbalingga.

Jenis wayang artefak yang akan ditampilkan dibagi dalam dua jenis yakni masa purbakala terdiri wayang manusia purba, arca nenek moyang, gelang batu dan nekwa perunggu. Jenis lainnya pada masa hindu-budha yakni wayang candi hindu dan candi budha, arca ganesha serta wayang lingga yoni. “Bahkan kami merencanakan untuk menggelar pertunjukan ini di sekolah – sekolah. Tentunya thema cerita yang diangkat kami sesuaikan dengan kondisi di sekolah masing-masing,” kata Ki Tejo. (banyumanews.com/Ir Prayitno,M.Si)

Tentang Penulis

Leave A Response