Probo Yulastoro divonis 9 tahun penjara

Ditulis 24 Feb 2010 - 19:24 oleh Banyumas1
Probo Yulastoro

Probo Yulastoro

CILACAP – Probo Yulastoro, Bupati Cilacap nonaktif, divonis dengan hukuman sembilan (9) tahun penjara dalam perkara korupsi yang merugikan negara sebesar Rp. 21,5 miliar, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (4/02). Atas vonis itu, penasehat hukum Probo Yulastoro, Bambang Sri Wahono, SH menyatakan ‘pikir-pikir’.

Ketua Majelis Hakim Solahudin dalam amar putusannya menyatakan Probo Yulastoro terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi bersama dengan pejabat lainnya sebesar Rp21,5 miliar, dan yang khusus digunakan oleh terdakwa sebesar Rp14,1 miliar.

Majelis hakim juga meminta Probo mengembalikan uang yang telah dikorupsinya itu sebesar Rp. 14,1 miliar, dan jika Probo tidak dapat mengembalikan, maka ia harus menjalani hukuman kurangan lagi selama tiga tahun (total 12 tahun penjara –  red).

Vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim ini sama dengan tuntutan jaksa dalam sidang sebelumnya, yang juga menuntut Probo sembilan tahun penjara. Hanya saja besarnya pengembalian uang negara lebih rendah dibandingkan dengan yang dituntut jaksa sebesar Rp. 19,9 miliar.

Dalam persidangan terungkap terdakwa melakukan pelanggaran Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang (UU) No 31 tahun 1999. Korupsi yang dilakukan Probo di antaranya adalah:

  1. Menyalahgunakan kewenangan dalam pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Cilacap tahun anggaran 2004, 2005, 2006, 2007, dan 2008.
  2. Ia menilap dana kontribusi PT Pelindo III Cabang Tanjung Intan dan penjualan free tiket pesawat terbang PT Wing Air Service senilai Rp.1,16 miliar.
  3. Pada 2004 terdakwa juga melakukan penyimpangan atas Dana Alokasi Khusus
    bidang kesehatan sebesar Rp1,5 miliar.
  4. Ia juga melakukan penyimpangan penggunaan dana kas daerah Kabupaten Cilacap tahun anggaran 2005, penyimpangan penggunaan dana operasional koordinasi penggalian dan peningkatan pendapatan daerah 2005;
  5. Juga penyimpangan penggunaan kas daerah dari dana bagi hasil PPB bagian pemerintah pusat 2007, 2005, 2006, 2007, dan 2008.

Tindak korupsi tersebut di atas terbukti menurut majelis hakim telah merugikan keuangan negara total sebesar Rp. 21,5 miliar, dan vonis telah dijatuhkan untuk mantan pengusaha jamu itu, dengan hukuman penjara 9 tahun, ditambah 3 tahun apabila tidak dapat mengembalikan uang yang dikorupsinya Rp. 14,1 miliar. (BNC/ist)

Tentang Penulis

Leave A Response