Tiap Bulan 4 Orang Tertabrak KA di Wilayah Daop 5 Purwokerto

Ditulis 17 Okt 2016 - 20:26 oleh Banyumas1

palang pintu perlintasan rusakBanyumasNews.com, PURWOKERTO – Berita Banyumas hari ini, angka kecelakaan tertabrak kereta api di wilayah Daop 5 Purwokerto dalam tahun ini masih cukup tinggi. Dalam kurun waktu 10 bulan terakhir, dari bulan Januari hingga Oktober 2016, tercatat telah terjadi 37 kali kecelakaan tertabrak oleh Kereta Api di jalur rel.

Manajer Humas PT KAI Daop 5 Ixfan Hendriwintoko mengatakan, kecelakaan di jalur rel tersebut telah menelan korban sebanyak 14 orang meninggal dunia dan 27 orang menderita luka berat dan harus dirawat di rumah sakit.

“Jumlah sampai saat ini sebanyak 41 orang menjadi korban kecelakaan KA, artinya jika dirata- rata di wilayah Daop 5, setiap bulan ada 4 orang tertabrak KA di jalur rel”, kata Ixfan, Senin (17/10/2016).

Tingginya angka kecelakaan orang tertabrak KA di jalur rel ini menurut Ixfan disebabkan masih sangat rendahnya kesadaran hukum masyarakat. Mereka masih suka melakukan aktivitas di jalur KA yang sejatinya adalah merupakan daerah tertutup atau terlarang untuk umum.

Terakhir pada Minggu (16/10/2016) sepasang remaja tertabrak KA Bogowonto ketika sedang berselfie ria di jembatan Sungai Serayu.

“Jalur kereta api dan area di sisi kanan- kirinya selebar 12 meter dari rel yang merupakan ruang manfaat jalur KA (Rumaja) adalah kawasan yang khusus diperuntukan bagi keperluan pengoperasian kereta api dan tertutup untuk umum”, tegas Ixfan.

Seperti diatur dalam pasal 181 Undang- undang nomor 23 tahun 2007 Tentang Perkeretaapian, bahwa setiap orang dilarang berada di Ruang Manfaat Jalur KA (Rumaja). Area Rumaja ini meliputi kawasan selebar 12 meter dari rel ke kanan dan kiri sepanjang jalur KA.

“Bahkan dalam pasal 199 UU ini ditegaskan, sanksi bagi orang yang berada atau melakukan aktivitas di area Rumaja tersebut adalah pidana penjara paling lama 3 bulan atau denda paling banyak 15 juta rupiah”, tambahnya.

Daerah Kebumen paling rawan kecelakaan

Wilayah di Kabupaten Kebumen menjadi daerah yang paling sering tercatat terjadi kecelakaan. Menurut data unit Pengamanan Daop 5 Purwokerto, sebanyak 15 kecelakaan terjadi dalam 10 bulan terakhir.

“Sebanyak 10 pelanggaran di perlintasan dan 5 kali kecelakaan di sekitar petak jalan di wilayah kebumen. Petak jalur Wonosari – Kebumen – Soka menjadi daerah yang paling sering terjadi kecelakaan sebanyak 11 kali”, lanjut Ixfan.

Untuk menghindari terjadinya kecelakaan tertabrak KA, masyarakat harus mematuhi amanat Undang- undang. Tidak menjadikan jalur KA sebagai sarana aktivitas, baik untuk berjalan, bermain atau aktivitas yang lain. “Kecepatan KA saat ini bisa mencapai 100 km perjam dan karena massanya yang berat tidak bisa berhenti mendadak untuk menghindari kecelakaan”.

Jika dibanding tahun sebelumnya, angka kecelakaan dan pelemparan yang melibatkan KA memang berkurang. Sosialisasi langsung ke masyarakat baik melalui kegiatan CSR, sosialisasi di Radio-radio dan spanduk-spanduk peringatan diyakini ikut menyumbang berkurangnya angka kecelakaan. Kami juga berharap agar jumlah kecelakaan bisa ditekan terus menerus dari tahun ke tahun. (BNC/nan)

Tentang Penulis

Leave A Response