Sambut Isra Mi’raj warga Banyumas gelar ritual ganti jaro

Ditulis 20 Jul 2009 - 11:34 oleh Sista BNC

Berbagai cara dilakukan warga untuk memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Di Desa Cikakak Kecamatan Wangon Banyumas, Senin (20/07), umat muslim menggelar ritual ganti pagar bambu atau mereka sebut ganti jaro rajab salah satu makam kyai penyebar agama Islam. Ritual yang digelar setiap setahun ini memiliki makna yang dalam yakni untuk membersihkan diri dari sifat jahat.

Para warga ini, sejak pagi telah berdatangan menuju makam Kyai Toleh yang terletak di area masjid saka tunggal. Mereka dengan suka rela membawa bambu yang akan digunakan untuk membuat pagar pengganti pagar yang lama.
Dengan bergotong royong, para warga ini membelah dan membersihkan bambu yang akan digunakan sebagai pagar. Rasa kebersamaan inilah, yang masih diperlihatkan warga saat hendak menggelar ritual ganti jaro rajab ini. Mereka saling berbagi pekerjaan. Ada yang memotong, ada juga yang membelah. Bambu-bambu ini dipotong dan dibelah dengan ukuran panjang sekitar satu meter.

Sebelum dipasang, potongan bambu yang telah dibelah ini, kemudian dicuci terlebih dahulu. Pencucian dilakukan di sungai pintu masuk makam. Hal ini dimaksudkan agar bambu yang akan dipasang sebagai pagar, terbebas dari kotoran.Kemudian warga pun muali memasang pagar bambu.di mulai dari makam Kyai Toleh yang terletak di atas bukit.

Ada beberapa pantangan yang harus ditaati oleh warga saat membuat pagar bambu ini. Mereka dilarang berbicara dnegan suara keras, serta tidak boleh mengguanakan alas kaki. Sehingga, saat pengerjaan penggantian pagar bambu ini, tak terdengar suara warga. Yang muncul hanya suara dari pagar bambu yang dipukul warga.

Karena pengerjaan penggantian pagar bambu ini dilakukan oleh ratusan warga, maka pengerjaanya pun berjalan cepat. Bahkan, pagar bambu sepanjang 300 meter yang juga berada di lokasi taman kera ini, bisa diselesaikan dalam waktu dua jam.

Selain memiliki makna kebersamaan dan gotong royong, tradisi ganti jaro rajab ini juga untuk menghilangkan sifat jahat dari dalam diri manusia.

Menurut Bambang Jauhari, juru kunci Masjid Saka Tunggal Cikakak, setelah pengerjaan penggantian pagar selesai, ribuan warga pun mulai melakukan ziarah ke makam. “Sebelum memasuki areal makam, para warga ini melakukan persembahan dan sungkem, mereka juga melepas alas kaki. Ini merupakan tradisi yang sudah berlangsung puluhan tahun, ” ujar Bambang. (banyumasnews.com/n-1)

Tentang Penulis

Leave A Response