Dibutuhkan Trik Menarik Penyajian Sastra di Sekolah

Ditulis 23 Feb 2010 - 21:17 oleh Banyumas1
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
121
Dalam Tag

puji jadi

Oleh: Puji Ambarwati, S.Pd *)

BAGI seorang guru bahasa Indonesia  menyajikan  materi  apresiasi  sastra  tidaklah  mudah. Uuntuk  menjadi  guru  sastra  yang  baik  harus  mempunyai  kecintaan  pribadi  terhadap  karya  sastra. Sastra  baginya  menjadi  sumber  kenikmatan, selalu  mengikuti  perkembangan  sastra  dan  kegiatan  di  bidang  sastra  . Guru  yang  kreatif  dan  dinamis  akan  mempengaruhi  keberhasilan  siswa  dalam  berapresiasi.

Siswa  adalah  pelaku  utama dalam  apresiasi  sastra  oleh  karena  itu  usahakan  siswa   mau menggauli  karya  sastra  yang materi  bahannya  bisa  diberikan  oleh  guru dengan mengikuti  perkembangan  sastra , atau  siswa disuruh  mencari  sendiri  karya sastra yag ada  di   perpustakaan  atau  bisa  juga  dis  internet.Siswa  diharapkan  bisa  memperoleh  pengalaman  sendiri  dengan  banyak  membaca,mencoba  untuk  mengarang,bercerita,memerankan  lakon  dan  mengamati  bentuk  sastra sedangkan  guru hanya  berfungsi  sebagai pembimbing.

Pelajaran  Bahasa  Indonesia  yang hanya  diberikan  2×45  menit  untuk  SMK  setiap  minggunya  harus  dapat  disiasati  oleh  seorang  guru  agar  semua  kompetensi  dapat  dilaksanakan  dan  mencapai  tujuan  yang  diharapkan.  Dengan  demikian  pemiilihan  metode juga  amat  berpengaruh  dalam  berhasil  tidaknya  kegiatan  apresiasi.

Mengapresiasi  teks  seni  berbahasa  dalam  hal  ini  prosa  dan  puisi  agak  berbeda  .Prosa  yang  sebagian  ceritanya  panjang , sukar  untuk  digarap  secara  keseluruhan  pada waktu  tatap  muka.Sedangkan  puisi bisa  diberikan  pada waktu  tatap muka.Maka  tindakan  yang  ditempuh  adalah  menyuruh  siswa  untuk  membaca novel  di  rumah  kemudian  membuat  sinopsisnya  dan  mencari  unsur  intrinsiknya.Agar  lebih  menarik  tugas  yang  telah  dikerjakan  siswa  kemudian  didiskusikan . Sebagai  contoh  mencari  unsur  penokohan  maka , siswa  kita ajak  untuk  menyebutkan  tokoh  tokohnya, memilih  tokoh  yang  disenangi,  mengapa  menyenangi  tokoh  tersebut,  bagaimana  pribadi  tokoh  tersebut.

Untuk  menyiasati  ketidakseimbangan  antara  jumlah  jam  mengajar  dengan  kompetensi  yang  harus  dicapai , sejumlah  trik  bisa  dilakukan  yaitu  dengan  cara  membagi  majalah  langganan  sekolah  sebagai  salah  satu  sumber  belaja r setiap  kita  masuk  kelas.  Kemudian   upayakan  siswa  selalu  membaca  cerpen  dan  puisi  meskipun  bukan materi  apresiasi  yang  akan  disampaikan  guru.Dalam  cerpen  kita  bisa berbicara  tentang  kata  baku  dan  tidak  baku,majas,peribahasa,kalimat  efektif  dan  tidak  efektif, pola  kalimat  dan  sebagainya.Lakukan  sesering  mungkin  agar  siswa  terbiasa   menikmati  karya  seni  orang  lain . Dengan  demikian  akan  muncul  penghargaan  atau  apresiasi  terhadap  karya tersebut  dan  pada  akhirnya  mencoba untuk  menciptakan  sendiri karya  sastra  baik  prosa  maupun  puisi.

Ketika  tiga  hal  di  atas  dapat  kita  lakukan  ,maka  tanpa  kita  sadari  setiap  guru  masuk  kelas  selalu  ada  kegiatan  apresiasi  tanpa mengabaikan  kompetensi  dasar  yang  lainnya.Sekali  merengkuh  dayung  dua  tiga pulau  terlampaui.

*)Puji Ambarwati  S.Pd.peminat satra dan  Guru  SMK  Negri  2  Banyumas.

Tentang Penulis

Leave A Response