Bupati Desak Mentri PU Perbaiki Jalan Poros Tengah

Ditulis 23 Feb 2010 - 08:40 oleh Banyumas1

BANJARNEGARA–Kondisi jalan poros tengah antara Banyumas
hingga Temanggung melewati Banjarnegara, yang kini rusak
parah, mengundang keprihatinan mendalam Bupati Banjarnegara Djasri.Sebab itu, Bupati mendesak agar Mentri Pekerjaan Umum (PU) untuk segera memprioritaskan perbaikan jalan di sepanjang jalur itu.
“Sebenarnya, ketika bertemu Wapres dan Mentri Pekerjaan Umum (PU) di Semarang beberapa waktu lalu,  saya sudah mengusulkan agar jalur jalan nasional  poros tengah segera diperbaiki dan dilebarkan. Bahkan,  saat itu, menteri PU menyampaikan bahwa lubang pada jalan nasional harus ditutup dalam waktu satu minggu, tidak boleh lebih,” ujar Djasri kepada wartawan di Banjarnegara, Sabtu (20/2).
Usulan Djasri itu terkait kondisi jalan poros tengah yang  sempit, juga banyak dijumpai lubang  di sana-sini. “Namun sampai sekarang belum ada upaya perbaikan, sementara kalau mengandalkan keuangan daerah, tidak mungkin, karena jalan di jalur itu tanggungjawab
nasional,” ujar Djasri .
Dari pantauan Bernas Jogja,  sebagian besar ruas jalan nasional poros tengah yang melalui Kabupaten Banyumas, Banjanegara, Wonosobo, dan Temanggung memiliki lebar lima meter dengan kondisi aspal banyak yang mengelupas dan lubang.
Sementara jalan yang telah dilebarkan menjadi delapan meter berada di ruas Klampok hingga Purwonegoro, Kabupaten Banjarnegara. Sedangkan ruas jalan lainnya belum mengalami pelebaran kecuali ruas dalam kota di empat kabupaten itu.
Djasri mengemukakan, di sepanjang jalan raya poros tengah, khususnya di Banjaregara, kini ini sudah banyak industri yang tumbuh.
Ia mengkhawatirkan jika jalan tol Trans-Jawa sudah terealisasi, jalan nasional poros tengah ini semakin ditinggalkan.
Terkait hal itu, ia mengatakan, para bupati yang wilayahnya dilalui jalan poros tengah ini (Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo, dan Temanggung) telah sepakat menandatangani permohonan perbaikan jalan.
Kendati masih dijumpai banyak kerusakan dan ruas yang sempit, ia mengakui, beberapa ruas jalan nasional ini, seperti ruas Mandiraja, telah dilakukan pelebaran jalan.
“Kalau seluruh ruas jalan poros tengah ini dilebarkan, perekonomian di wilayah yang dilalui jalur ini akan tumbuh dan berkembang,” kata Djasri.
Dihubungi terpisah,  Kepala Balai Pelaksana Teknis Dinas Bina Marga Provinsi Jateng Wlayah Cilacap Priyono mengatakan, pihaknya akan melakukan pelapisan ulang sebagian ruas jalan nasional poros tengah, yakni Jalan Raya Somagede (Kabupaten Banyumas) yang berada pada ruas Banyumas-Klampok.
“Ada tiga paket pelapisan ulang jalan nasional di Kabupaten Banyumas, yakni ruas Somagede (poros tengah Banyumas- Klampok), ruas Wangon-Ajibarang, dan ruas Gunung Tugel-Purwokerto. Total alokasi anggaran dari APBN untuk pelapisan ulang tiga ruas jalan tersebut
mencapai Rp 6 miliar,” katanya.(BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response