Rp 5 Milyar Lebih Untuk Dintankanak

Ditulis 23 Feb 2010 - 08:33 oleh Banyumas1

BANJARNEGARA–Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat , Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5.893.947.000 untuk berbagai program dan kegiatan pada Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan (Dintankanak) setempat tahun
2010.
“Kami sudah bertekad bulat, bahwa pada 2010 ini visi Kabupaten Banjarnegara yakni  maju bersama berbasis pertanian harus segera terwujud. Salah satu caranya dengan mengalokasikan anggaran cukup besar , Rp 5 milyard lebih bagi Dintankanak . Harapan kami, dana itu
dapat mengembangkan bidang pertanian, perikanan dan
peternakan yang selama ini digeluti sebagian besar masyarakat Banjarnegara,” ujar  Bupati Banjarnegara Djasri menjawab pertanyaan wartawan  di Balai Benih Ikan (BBI) di Desa Pucang, Kecamatan Bawang, Sabtu  (20/2).
Alasan menggelontor dana untuk Dintankanak itu, lanjut Djasri,  karena wilayah ini memiliki potensi sumber daya air yang besar dan sebagian besar lapangan usaha penduduk di sektor pertanian dengan tenaga kerja yang terserap mencapai 49 persen.
“Bahkan, sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banjarnegara, yakni mencapai 38 persen,” katanya.

Menurut dia, Pemkab Banjarnegara melalui Dinkantanak menargetkan produksi padi naik sebesar lima persen per tahun serta produksi jagung dan kedelai ditargetkan naik 2,5 persen sebagai upaya peninkatan produksi tanaman pangan.
Selain itu, kata dia, dalam upaya peningkatan produksi hortikultura akan ditempuh melalui pengembangan varietas unggul hortikultura dan peningkatan produk melalui registrasi kebun dan sertifikasi produk
hortikultura.
“Sampai Januari 2010 telah diregistrasi kebun salak oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Tengah seluas 7,6 hektare, terdiri atas 41 bidang kebun di Ngudi Rahayu I Desa Gunung Giana, serta proses registrasi di Kalimandi dan Kutayasa seluas 14,5 ha atau 70 bidang,” katanya.
Ia mengatakan, registrasi juga akan dilakukan terhadap 50 ha kebun kentang di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, pada April mendatang.
Dia mengakui masih adanya permasalahan yang dihadapi dalam peningkatan kualitas kentang yang bermutu, karena hingga saat ini benih komoditas tersebut baru tersedia 300 ton dari kebutuhan 12.000 ton.
Menurut dia, Pemkab Banjarnegara berupaya mengatasi permasalahan tersebut dengan membangun kebun bibit kentang di daerah Wanayasa atau Panjawaran yang lahannya masih steril.
“Kami juga menumbuhkembangkan kelompok penangkar sebagai mitra pemerintah serta perluasan pemasaran kentang konsumsi dengan kerja sama antara Indonesia dan negara lain, seperti Singapura yang berminat impor dari negara kita,” kata Djasri.(BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response