FH Unsoed Gelar Seminar Internasional dan Pelatihan Victimology

Ditulis 18 Sep 2016 - 12:03 oleh Banyumas1

seminar-hukum-unsoedBanyumasNews.com, PURWOKERTO – Fakultas Hukum (FH) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Jawa Tengah bekerja sama dengan International Relation Office (IRO) Unsoed dan World Society of Victimology menyelenggarakan Seminar Internasional dan Pelatihan Viktimologi dengan tema “The Role Of Victimology in Strengthening the Rights and Positions of  Victims in Criminal Justice System”.

Ir. Alief Einstein,M.Hum, Staf Ahli Rektor Bidang Hubungan Masyarakat dan Ketua Departemen Humas Pengurus Pusat Keluarga Alumni Unsoed (Ka.Dept.Humas PP KAUNSOED), Minggu (18/09/2016) mengatakan Seminar Internasional dan Pelatihan Viktimologi dimulai hari Minggu, 18 September 2016, berupa pembukaan, bertempat di Gedung Yustitia 3 lantai 2, Fakultas Hukum Unsoed, Purwokerto, pukul 19.00 WIB.

Sedangkan Pelatihan Viktimologi akan diadakan pada Senin – Selasa (19 – 20 September 2016) pukul 07.30 WIB – selesai, bertempat di Conference room, Gedung Yustitia 2 lantai 2, Fakultas Hukum, Unsoed,Purwokerto. Sementara Seminar Internasional diadakan Rabu-Kamis, 21-22 September 2016 pukul 08.00 s/d selesai di Gedung Yustitia 3 lantai 2, Fakultas Hukum Unsoed, Purwokerto. Kegiatan seminar diketuai oleh Dr.Angkasa,S.H.,M.Hum (Dekan FH Unsoed).

Alief Einstein mengatakan latar belakang Pelatihan Viktmologi Indonesia merupakan upaya Fakultas Hukum Unsoed menunjukkan eksistensi secara nasional dalam memberikan kontribusii perkembangan sumber daya manusia, khususnya bagi dosen dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang viktimologi.

Diskursus Viktimologi bertolak dari penderitaan dan kerugian yang dialami oleh korban. Baik hukum positif dan praktik sistem peradilan selama ini lebih berorientasi pada kepentingan pelaku, oleh karenanya korban kerap disebut sebagai “invisible, forgotten, a second class citizen, a second victimizasion”. Korban di sini tidak hanya menderita atas kerugian sebagai akibat perbuatan melanggar hukum, melainkan juga  menjadi korban kedua  kalinya manakala kasusnya masuk dalam sistem peradilan. Kehadiran disiplin ilmu lain seperti halnya kriminologi pun, semakin menempatkan pelaku sebagai objek utama dalam pengkajian keilmuan.

Saat ini, perkembangan hukum positif tidak terlepas dari keberadaan viktimologi sebagai ilmu pengetahuan tentang korban.  Sebagai salah satu ilmu yang bersifat interdisipliner, viktimologi terdiri atas kumpulan pengetahuan dari berbagai disiplin antara lain kriminologi, hukum, kedokteran, psikologi, psikiatri, pendidikan pekerjaan sosial, dan lain-lain.  Viktimologi juga memiliki nilai yang strategis dalam  penanggulangan pelanggaran hukum khususnya kejahatan di mana pada dasarnya akan dapat diterapkan secara lebih rasional, yaitu manakala tidak hanya mempertimbangkan aspek pelaku tetapi juga aspek korban. Pada perkembangannya pun, viktimologi menjadi salah satu mata kuliah di berbagai program studi peruguruan tinggi di Indonesia.

Namun demikian, perkembangan viktimologi di Indonesia tidak dimbangi dengan kontribusi ilmiah dan referensi viktimologi yang memadai, sehingga belum terdapat persamaan referensi dasar dalam pengajaran materi viktimologi. Oleh karena itu, Fakultas Hukum Unsoed bermaksud menyelenggarakan Pelatihan Viktimologi Indonesia yang untuk pertama kalinya di selenggarakan di Indoensia.

Akan berbicara pada seminar internasional akademisi dari luar negeri seperti Prof. Marc Groenhuijsen (Tilburg, The Netherlands) President of WSV, Michael  J.O’Connell (Adelaide,Australia)– Secretary General of  WSV and Commisionerof  Victims’ Rights of South Australia, Prof. Gerd kirchhoff (Germany), Prof Jaco Barkhuizen (South Africa).

Dari akademisi nasional akan tampil Abdul Haris Semendawai, SH, LLM (Ketua LPSK), Dr. Fachri Bey, SH, M.H., Heru Susetyo, SH, LLM, MSi, PhD, Prof. Dr. M Arief Amrullah, SH, MHum, Dr. Angkasa, SH, MHum, Dr. Elfina Lebrine Sahetapy SH, LL.M, Dr. Noor Rochaeti, SH, MHum, dan Prof Iswanto, SH. (BNC/nan)

Tentang Penulis

Leave A Response