Deteksi Obat Kuat Pria Palsu? Mahasiswa Farmasi Unsoed Ciptakan Alatnya

Ditulis 26 Agu 2016 - 06:38 oleh Banyumas1

mahasiswa unsoed temukan alat deteksi obat pria palsuBanyumasNews.com, PURWOKERTO – Data Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menyebutkan bahwa telah ditemukan 45% tablet viagra palsu yang beredar di pasaran. Maraknya kasus pemalsuan obat kuat pria ini diduga karena tingginya permintaan terhadap “obat ajaib” ini. Bagaimana mendeteksi obat kuat pria yang asli dan palsu?

Sekelompok mahasiswa Farmasi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah menciptakan alat deteksi sederhana yang cepat, sederhana, mudah dan selektif dalam bentuk test strip.  Obat kuat pria yang lebih dikenal dengan nama paten Viagra®  dengan kandungan kimia sildenafil sitrat memang memiliki efek memperbaiki ereksi pria karena dapat menambah waktu relaksasi otot polos penis menjadi lebih lama, sehingga meningkatkan aliran darah ke korvus kavernosum yang berujung pada ereksi pria.

Sildenafil sitrat dengan nama paten Viagra® penggunaannya telah disetujui oleh FDA (Food Drugs Administration) pada tahun 1998.  Penggunaannya di pasaran sangat tinggi karena efek yang ditimbulkan cukup cepat.  Namun jika dipakai secara berlebihan, apalagi oleh orang-orang yang sedang menggunakan obat-obat antihipertensi yang bekerja melebarkan pembuluh darah, maka akan terjadi penurunan tekanan darah secara drastis dan pasien bisa pingsan bahkan kematian.

Staf Ahli Bidang Humas Rektor Unsoed, Ir Alief Einstein M.Hum, mengatakan mahasiswa Unsoed yang tergabung dalam Tim Penelitian Mahasiswa Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (Fikes) Unsoed, diketuai oleh Siska Khoirunnisa dengan anggota tim Yessy Gladiani Sutrisno, Diani Sri Agustien, Nabila Fasya, dan Eva Karyati, dengan seleksi yang cukup ketat berhasil menembus ajang kompetisi bergengsi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2016 pada tanggal 08 – 11 Agustus 2016 yang diselenggarakan di IPB kota hujan Bogor, Jawa Barat. Hasil penelitian Mahasiswa Farmasi Unsoed terkait ‘obat kuat pria palsu” ini mendapatkan apresiasi yang cukup besar dan berhasil mendapatkan “medali perak” di PIMNAS 2016 dalam kategori presentasi poster penelitian eksakta dalam ajang bergengsi tingkat nasional tersebut.

Tim Mahasiswa Farmasi Unsoed meraih medali perak dalam Pimnas 2016 di IPB Bogor dengan temuan alat deteksi obat kuat pria palsu (ist)

Tim Mahasiswa Farmasi Unsoed meraih medali perak dalam Pimnas 2016 di IPB Bogor dengan temuan alat deteksi obat kuat pria palsu (ist)

Tim mahasiswa peneliti dari Farmasi Unsoed tersebut dibimbing secara intensif oleh Hendri Wasito, M.Sc., Apt. yang merupakan dosen Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (Fikes) yang memiliki bidang kehlian kimia farmasi analisis.  Proses pembimbingan dilakukan mulai dari penyusunan proposal penelitian, pelaksanaan penelitian di laboratorium, hingga persiapan dan pelaksanaan PIMNAS.

Alat Deteksi Obat Kuat Pria

Alat deteksi pemalsuan obat kuat pria dibuat dalam bentuk test strip dengan memanfaatkan beberapa reagen spesifik yang diimobilisasi secara adsorbsi dalam membran selulosa dengan tahapan penelitian yang cukup panjang di Laboratorium Kimia Farmasi Unsoed.  Test strip itu sendiri terdiri dari tiga bagian utama yaitu membran, reagen, dan detektor.  Membran yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cellulose paper, reagen yang digunakan yaitu berbagai reagen untuk deteksi gugus fungsi dalam molekul sildenafil sitrat.  Sedangkan detektor pada test strip yaitu berupa perubahan warna pada tiap strip.

Alat deteksi test strip tersebut cara penggunaannya cukup mudah semudah penggunaan test strip kehamilan, yakni cukup dicelupkan dalam larutan tablet pil biru yang telah digerus dan dilarutkan dalam air kemudian mengamati perubahan warna yang terjadi pada test strip untuk mendeteksi apakah tablet pil biru tersebut asli atau palsu.  Hasil uji performa test strip yang dilakukan selama penelitian menunjukkan bahwa reprodusibilitas dari test strip yang dibuat memberikan respon berupa perubahan warna yang konsisten.

Waktu respon dari test strip didapatkan hasil bahwa test strip yang diuji dapat memberikan respon perubahan warna dalam waktu 5 (lima) detik setelah dicelupkan dalam larutan sampel yang mengandung sildenafil sitrat.  Hal ini menunjukkan bahwa performa test strip yang dihasilkan cukup baik.

“Semoga prestasi mahasiswa Farmasi Unsoed yang sudah diraih ini bisa diteruskan oleh mahasiswa generasi berikutnya, untuk terus berinovasi menghasilkan produk-produk kreatif lainnya. Maju terus pantang menyerah”, kata Alief Einstein. (BNC/ist)

 

Tentang Penulis

Leave A Response