Festival Dermaji 2016 patut dicontoh desa lain

Ditulis 22 Agu 2016 - 11:32 oleh Banyumas1

Bupati mencicipi kuliner khas DermajiBanyumasNews.com, BANYUMAS – Kepala Desa kreatif, desa pun bangkit. Desa yang selama ini dinilai sepi dari kegiatan seni budaya, di tangan Kades mumpuni bisa memiliki agenda tahunan yang menarik, yang mampu menghadirkan kemeriahan.

Salah satu desa yang Kades-nya kreatif adalah desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Di sana baru saja digelar Festival Dermaji 2016, yang dibuka Bupati Banyumas Ir Achmad Husein, pada Sabtu (20/8/2016) dan berakhir Minggu (21/8/2016). Festival dihadiri ribuan penonton dan patut menjadi contoh desa lain.

Bupati tinjau pameran Festival Dermaji 2016Berbagai kegiatan mulai dari seminar budaya ekonomi dan teknologi informasi, festival kambing, festival dongeng, festival tumpeng dan kuliner khas Dermaji, dan pentas tari kolosal “Dermaji Gumregah” melibatkan ribuan orang, digelar dalam Festival Dermaji 2016.

Bupati Banyumas Ir Achmad Husein saat membuka kegiatan, menyambut baik kegiatan yang digelar olah Pemerintah Dermaji. “Acara besar yang melibatkan partisipasi masyarakat setempat memperlihatkan kegotongroyongan masyarakat dan inisiatif dari Kepala Desa yang mumpuni” kata Bupati

Bupati berharap agar kegiatan semacam ini dapat ditiru oleh Pemerintah Desa yang lain. “Potensi yang ada di desa agar dapat dikembangkan dan akan menjadi nilai ekonomi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambah Bupati

Sementara itu Kepala Desa Dermaji, Bayu Setyo Nugroho mengatakan Festival Dermaji ini dilaksanakan untuk mendorong terangkatnya potensi desa yang ada di Dermaji. Selain pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk eksistensi hingga promosi potensi desa, melalui festival ini juga diangkat berbagai produk rakyat baik ekonomi hingga budaya.

“Festival Ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk semakin membangkitkan dan memotivasi masyarakat untuk membangun, serta  membuat Dermaji semakin semangat berkarya baik di bidang ekonomi, budaya dan sebagainya,” katanya.

Bayu menambahkan Festival Dermaji adalah sarana pemerintah desa untuk memberikan ruang kepada masyarakat untuk semakin giat berkarya, serta menjaga dan meningkatkan semangat kegotongroyongan masyarakat. “Kedepan, festival ini akan menjadi bagian dari salah satu wisata budaya dan pendidikan yang bisa dinikmati banyak orang. Apalagi selain potensi peternakan kambing, di Dermaji juga berkembang pertanian lada perdu, Museum Desa Naladipa dan pemanfaatan teknologi informasi untuk kemajuan masyarakat desa,” tambahnya.

Ratusan tamu dan pengunjung dari wilayah Banyumas, Cilacap, Ciamis, Banten, akademisi, penggerak desa dan teknologi informasi serta pejabat dari lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) turut hadir.

Pada sarasehan Ekonomi, Budaya dan Teknologi Informasi turut hadir budayawan Ahmad Tohari, Sigit Widodo dari Pengelola Domain Indonesia (Pandi) dan pejabat dari Kementerian Kominfo. (BNC/Pars)

 

Tentang Penulis

Leave A Response