Asean Youth Cultural Exposure Tour, Promosikan Pariwisata Purbalingga hingga ke Tiga Negara

Ditulis 20 Agu 2016 - 21:44 oleh Yit BNC

Ilham saat di Malaysia2

PURBALINGGA – Ilham Dwi Hatmawan (18), pemuda asal Desa Kedungjati, Bukateja Purbalingga, selama lima hari mulai tanggal 25 – 30 Juli 2016 mengikuti Asean Youth Cultural Exposure to Singapura, Malaysia, dan Thailand. Lulusan SMAN 1 Purbalingga tahun 2016 ini menjadi salah satu dari lima orang delegasi dari Jawa Tengah untuk mengikuti program yang diselenggarakan Youth Center to Act for Nation Indonesia. Selain mengikuti rangkaian kegiatan, Ilham bersama 60 pemuda lainnya se-Indonesia juga mempromosikan pariwisata dan budaya Purbalingga. Untuk mengikuti program ini, Ilham harus menyisihkan 654 pendaftar yang kemudian diseleksi menjadi 100 orang, dan akhirnya terpilih 61 orang termasuk Ilham.

“Asean Youth Cultural Tour 2016 merupakan sebuah program pertukaran kebudayaan dengan negara tujuan Singapura, Malaysia dan Thailand. Selama mengikuti kegiatan tersebut kami berkunjung ke kantor kementerian pariwisata di setiap negara, mengikuti pertunjukkan kebudayaan, kunjungan ke perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata, simposium kebudayaan, pariwisata dan kepemudaan,  riset lapangan terkait kebudayaan dan pariwisata Indonesia dimata penduduk setempat, city tour kebudayaan, pariwisata dan warisan budaya serta kegiatan hiburan,” kata Ilham saat melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga, Drs Subeno, SE, M.Si, kemarin.

Ilham menuturkan, saat di Malaysia, dirinya bersama rombongan mengikuti simposium di Kementerian Pelancongan dan Kebudayaan Malaysia. Ilhma menyitir materi yang disampaikan Mr Trigustono Supriyanto, Minister Counsellor Information, Social and Cultural Division KBRI di Malaysia, sesuai Asean Tourims Strategic Plan, pariwisata harus dikembangkan secara bertanggungjawab, berkelanjutan dan inklusif. Kelemahan dasar dalam pengembangan pariwisata di Indonesia antara lain berkait dengan regulasi terutama terkait visa, strategi promosi, belum banyak direct flight ke Indonesia, kepercayaan yang belum terbangun dengan baik, informasi yang kurang dan minimnya pemandu multi bahasa. Malaysia yang mampu meraup 29,5 juta wisatawan mancanegara per tahun membarnding negaranya dengan ‘Malaysia Truly Asia’. Selain itu Malaysia membangun promosi penawaran sesuai permintaan, membangun transportasi massal yang baik dan menerapkan prinsip eco-tourism.

Sementara menurut Mrs Puan Hanaria Ziad, Kementerian Pelancongan Malaysia Bagian Pelancongan, Ilham menyimpulkan, Malaysia memiliki rencana Malaysia Tourism Plan 2020 yang menargetkan menarik 36 juta wisatawan, dan target pendapatan RM 168 juta. Strategi yang diterapkan dengan pemasaran yang gencar, kemudahan visa, membangun lingkungan pariwisata yang optimal, menambah hotel bintang 4 dan 5, mengembangkan MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition center). “Malaysia yang mendapat posisi pertama di Asean dalam hal Halal Tourism menganggapnya sebagai bonus yangmampu mendongkrak kunjungan wisatawan,” kata Ilham yang saat ini diterima di Akuntasi Universitas Negeri Yogyakarta ini.

Dibagian lain, Ilham menuturkan, saat berada di Thailand, Head of Tourism Authority Thailand, Mr Wirote Sitaprasertnand menyatakan, konsep pariwisata di Thailand yakni pariwisata berkelanjutan, eco-tourism dan mengembangkan seven green concept yang meliputi green logistic, activity, atraction, service, plus, heart dan green community.

“Untuk kegiatan di Singapura, diskusi lebih banyak tentang motivasi pengembangan diri, entrepreneurship dan mempelajari organisasi sosial kemasyarakatan,” ujar anak kedua dari tiga bersaudara ini dari pasangan Sugiarto dan Siti Nurkhasanah.

Ilham Dwi Hatmawan saat berada di bandara Changi International Airpport Ilham membagikan brosur pariwisata Purbalingga

Dari hasil kunjungan itu, Ilham menyarankan kepada Pemkab Purbalingga agar pariwisata di Purbalingga semakin berkembang dengan melakukan promosi besar-besaran dan terkoordinasi, mendorong organisasi non pemerintah yang bergerak dalam pariwisata untuk ikut ambil bagian, melakukan modernisasi pariwisata yang didasarkan pada kearifan lokal, mengembangkan sektor pariwisata untuk kelas menengah dan atas (hig-end class), mewujudkan pariwisata daerah berwawasan internasional, serta menyediakan pemandu multi bahasa.

“Dengan rencana pembukaan bandara udara Wirasaba, kami menyarankan agar kedepan menyiapkan membuat rute penerbangan internasional langsung ke Purbalingga,” saran Ilham. (Tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response