Pemuda Tani Muhammadiyah ’Mlethek Srengenge’ panen raya padi

Ditulis 22 Feb 2010 - 13:53 oleh Banyumas1

pemuda muhammadiyahBANYUMAS – Kelompok pemuda tani ’Mlethek Srengenge’ Pengurus Cabang Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (21/02) kemarin berhasil melakukan panen raya di area pesawahan wakaf milik Muhammadiyah Cabang Jatilawang, yang terletak di belakang SPBU Tinggarjaya-Jatilawang, Kabupaten Banyumas.

Hadir dalam acara yang disaksikan Bupati Banyumas Mardjoko, hadir pula Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. H.M. Din Syamsudin, MA, pengurus Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pusat Muhammadiyah, pengurus MPM Wilayah Jawa Tengah, Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas serta Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo dan Purwokerto ini. Bupati Mardjoko  selain memberikan sambutan dalam acara panen raya, juga menjadi narasumber pada sarasehan dengan tema ”Bagaimana menjadi Petani yang Sukses.”

Setalah panen raya, dipamerkan pula produk-produk pertanian yang dihasilkan oleh Kelompok Pemuda tani ”Mlethek Srengenge”. Diantaranya: Corynebacterium, PGPR, Bokashi, Arang Sekam, Moretan, Beuveria, Trichoderma, Gliocladium, Pemacu Buah, Bubu Tikus dan Pestisida Nabati.

Dalam sarasehan bertema ”Bagaimana menjadi Petani yang Sukses”, selain Bupati Mardjoko, nara sumber lainnya adalah Prof. Dr. H.M. Din Syamsudin, MA, MPM Pusat Muhammadiyah, Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo dan Purwokerto.

Dalam sambutannya, Bupati menyoroti kurangnya minat pemuda untuk menjadi petani, yang disadari merupakan salah satu masalah di Kabupaten Banyumas, bahkan di tingkat nasional. Menurut Bupati, keterlibatan generasi muda dalam bidang pertanian sangat penting, karena melalui peran generasi muda, sosialiasi teknologi di bidang pertanian akan lebih cepat terserap.

Karenanya, Bupati memberikan apresiasi atas munculnya Kelompok Pemuda Tani dan Wanita Tani di beberapa daerah, termasuk kelompok ’Mlethek Srengenge’. Bupati menyarankan para pemuda tidak malu untuk berprofesi sebagai petani. ”Petani bukan hanya mereka yang memegang cangkul, tetapi petani adalah mereka yang berkecimpung di dunia pertanian secara luas, dan ikut berpartisipasi dalam membuka lapangan kerja, kesempatan kerja dan kesempatan berusaha di bidang pertanian” terang Bupati. (BNC/ist)

Tentang Penulis

Leave A Response