Otniel Tasman: lengger lanang yang tetap menjaga kelaki-lakiannya

Ditulis 06 Agu 2016 - 15:06 oleh Banyumas1

otniel tasman1Lengger lanang? Masih adakah penari lengger, kesenian tari khas Banyumas yang biasanya dibawakan oleh penari wanita, dibawakan oleh penari pria alias lengger lanang?

Jawabannya terkuak pada acara pembukaan Pasar Rakyat dalam rangkaian kegiatan Pengetan Jumenengan Adipati Mrapat R. Djoko Kaiman, di komplek alun-alun kota tua Banyumas 9 Juli 2016 lalu. Acara pengetan yang diprakarsai oleh KPw Bank Indonesia Purwokerto dan Forum Peduli Budaya Banyumas Serayumas, menampilkan pertunjukkan yang mungkin masih diingat para para penonton dan tamu undangan yang hadir.

Ketika itu dipentaskan kesenian dari Sanggar Seni Paseban Banyumas pimpinan Krisman.  Salah satu sajian  yang mendapat aplaus luar biasa dari para tamu undangan dan penonton ialah pertunjukkan lengger calung dengan penari lengger lanang, yang menjadi leader bagi 4 penari lengger wanita. Dia adalah lelaki muda asli kota tua Banyumas bernama Otniel Tasman.

Otniel Tasman memamerkan gubahan koreografi tarian berjudul “Lobong Ilang” dan “Mbaleng”, masing-masing berdurasi 20 menit. Gerak dan ritmenya sebagai penari lengger lanang sangat ekspresif, berpadu dengan hentakan instrumen kendang  musik calung yang dimainkan oleh para siswa SMK 3 Banyumas. Gerak tubuhnya mencerminkan bahasa tubuh orang Banyumas yang egaliter, apa adanya dan sangat gumregah.

Gerak tarinya sangat menginspirasi penonton,  menjadi semangat dan optimisme dalam gerak kehidupan sehari-hari. Tak heran, para penonton yang terdiri dari para tamu undangan seperti Irjen Kemenhub RI Cris Kuntadi, Karo Umum Lemhanas Brigjen Pol Budi Setiyadi, Wasekjen DPR/MPR RI Achmad Junaid, anggota DPD RI dapil Jateng Denty Widi Eka Pratiwi, Kepala KPw Bank Indonesia Purwokerto Ramdan Denny Prakoso, Camat Banyumas Achmad Suryanto, para tokoh budaya dan masyarakat Banyumas berdecak kagum.

Otniel Tasman (kanan) ngibing bareng Danny R Prakosa (Kepala BI Purwokerto) - hw

Otniel Tasman (kanan) ngibing bareng Danny R Prakosa (Kepala BI Purwokerto) – hw

Puncaknya, pada akhir tariannya, Otniel Tasman mengajak para tamu undangan untuk menari bersama. Otniel Tasman mengalungkan sampur pada Ramdan Denny Prakoso untuk berduet menari.

Karekter Khas Banyumas dalam Tarian Otniel Tasman

Kemampuan dan greget Otniel dalam mengekspresikan gerak tari sangat luar biasa. “Igel, ukel dan dengklek”-nya sangat khas dan mencerminkan karakter etnis Banyumas.  Ada yang menilai jika ia lebih sering pentas dan mengikuti banyak work shop tari, tak berapa lama lagi Otniel Tasman patut disejajarkan dengan penari Didik Nini Thowok, yang kiprahnya di dunia tari sudah menasional bahkan mendunia.

Ketika ditemui di markas Sanggar Seni Paseban di komplek pendapa duplikat Si Panji di kota tua Banyumas, wajah Otniel sangat berbinar-binar diajak berbincang-bincang berkaitan kiprahnya di dunia tari menari. “Saya sangat mencintai  dunia tari menari. Passion saya memang di sini. Karena saya sangat cinta dengan segala sesuatu yang berbau Banyumas, maka di mana pun dan kapan pun, saya menari selalu membawa warna, gerak, ritme  dan bunyi-bunyian khas etnis Banyumas, yang menurut saya sangat membumi dan ekspresif”, kata Otniel.

Kiprah Otniel Tasman di dunia tari ternyata sudah cukup panjang. Di usia yang masih muda, Otniel Tasman  yang lahir pada th 1989, telah mempunyai banyak pengalaman pentas di luar negeri. Beberapa hari sebelum pentas di alun-alun Banyumas ia baru pulang dari London. Selama 2 minggu di London ia mengikuti beberapa pentas tari dengan kelompok menarinya yang bermaskas di Solo.

Sebelumnya selama sebulan ia dan kelompok tarinya melawat di negara-negar Eropa untuk mengikuti festival tari. Dalam waktu dekat ia akan ke Perancis, kemudian di bulan November 2017 akan ke Korea. Menurut Otniel, pentas-pentas seni ini  merupakan kegiatan indpenden, dimana ticket pesawat dan akomodasi selama melawat ke luar negeri selalu dibiayai oleh pihak pengundang.

Ia juga memiliki group tari sendiri bernama  Otniel Dance Community, di mana ia bertugas dalam bidang art artistik. Untuk mengasah kemampuan menarinya, ia tak jarang mengikuti work shop tari menari bersama penari-penari muda dari kota-kota di Indonesia. Tak jarang pula mengikuti work shop menari di beberapa negara.

Otniel yang asli kelahiran Banyumas 1989 kini berdomisili di Solo, sehingga sering disebut “Otniel penari dari Solo” dalam berbagai publikasi. Ia pernah terlibat di beragam produksi tari sebagai penari dalam karya koreografer ternama. Seperti Wakyu Santoso, Dwi Windarti, Fitri Steyaningsih, Suprapto Suryodarmo, S Pamardi dan lain-lain.

Otniel Tasman dalam gaya macho (fb)

Otniel Tasman dalam gaya macho (fb)

Ia juga pernah membuat tarian solo maupun karya grup. Di antaranya bertajuk Wrong, Rohwong, Barangan, dan Mantra. Otniel terlibat aktif dalam berbagai pertunjukan tari dan festival tari di Indoensia maupun luar negeri.

Ketika ditanya apakah ia tidak terpengaruh sifat kelaki-lakiannya karena sering berperan sebagai penari dengan geraki lemah gemulai, karena sering berperan di panggung sebagai lengger, ia menjawab tak akan terpengaruh. Ia bilang akan konsisten sebagai laki-laki tulen. “Apa yang diperankan dalam menari, baik sebai penari wanita maupun laki-laki, saya maknai sebagai bentuk profesionalitas”, kata alumni ISI Surakarta th 2014 ini.

Guna mengembangkan kemampuan menari dan wawasan, Otniel Tasman berharap bisa melanjutkan kuliah S-2. Akan tetapi dia ingin kuliah S-2 di kota lain, bukan di Solo. Harapannya pada kebudayaan Banyumas Raya khususnya seni pertunjukkan, ia menginginkan seni pertunjukkan Banyumas Raya makin sering depentaskan pada banyak event dengan berbagai tingkatan, baik Desa, Kecamata, Kabupaten, Provinsi maupun Nasional.

“Syukur-syukur sering dipentaskan pada event internasional. Sehingga kebudayaan Banyumas Raya khususnya seni pertunjukkan tradisionalnya, tidak saja dikenal pada tingkat Desa, Kecamatan. Kabupaten atau Provinsi, tetapi juga dikenal  pada tingkat  Nasional, bahkan Dunia”, katanya menutup perbincangan. (BNC/ist/hw)

Biografi Otniel Tasman :

Nama: Otniel Tasman, S.Sen

Nama Komunitas Tari di Solo: Otniel Dance Community (Direktur Stage Artististic)

Tempat Tanggal Lahir:  Banyumas, 25 Januari 1989

Alamat: Desa Kedunguter RT 2/ RW 1 Kecamatan/Kabupaten Banyumas

Pendidikan :  ISI Surakarta lulus tahun 2014; SMK 3 Banyumas (dulu SMKI Banyumas) lulus tahun 2004; SMP Banyumas lulus tahun 2001; SD N Kedunguter lulus tahun 1998.

Tentang Penulis

Leave A Response