Pemanfaatan Teknologi Media Radio (FM) untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak Siswa

Ditulis 21 Feb 2010 - 19:34 oleh Banyumas1
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
110
Dalam Tag

joko

Oleh: Drs. Joko Susilo *)

BAHASA adalah alat komunikasi yang  biasa digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Bahasa itu  termanifestasi dalam bentuk  kalimat-kalimat.  Kalimat yang kita dengar secara utuh dan benar dari penuturnya akan mengantarkan kita  menjadi pendengar/penyimak  yang baik. Kalau kita bisa menjadi pendengar yang baik nantinya dalam memberi respon atau tanggapan pada teman kita juga akan baik, dengan komunikasi yang baik diharapkan  komunikasi menjadi lancar. Tetapi sebaliknya apabila kita menyimak pembicaraan orang lain  tetapi mengalami hambatan yang disebabkan oleh kurangnya kemampuan menyimak kita, maka bisa terjadi miskomunikasi.

Kegiatan menyimak mutlak diperlukan dan dirasa cukup fital dalam kegiatan proses pembelajaran di kelas. Oleh karena itu kegiatan menyimak perlu diperhatikan dan perlu dilatihkan agar kemampuan menyimak  baik guru maupun siswa  bisa meningkat. Bisa dibayangkan jika kemampuan guru dalam memperhatikan siswa , siswa ada yang bertanya tapi kemampuan menyimak dari si guru kurang baik, akibatnya dalam menjawab pertanyaan siswa, penjelasannya bagi siswa ada yang kurang pas.

Seseorang yang cermat dalam menyimak akan memberikan reaksi kinetik , memberikan komentar atau ungkapan lisan terhadap lafal, tekanan, intonasi dan jeda.  Apabila ada ucapan bahasa terdengar ucapan/lafal, tekanan dan intonasi yang tidak lazim mereka akan bertanya bagaimana ucapan/lafal, tekanan dan intonasi yang benar menurut ejaan bahasa Indonesia.

Pembelajaran selama ini di sekolah-sekolah pada umumnya dilakukan secara klasikal dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).  Konon KTSP dibuat untuk memberikan ruang gerak yang luas pada pihak sekolah untuk berekspresi/mengeksplorasi yang bebas ,secara otonom untuk menyusun strategi dan menetapkan target pendidikan yang hendak dicapai ( Mulyasa, 2006). KTSP menjanjikan pada guru untuk melakukan berbagai inovasi-inovasi pendidikan.  Nah dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia khususnya untuk meningkatkan kemampuan menyimak, kita bisa memanfaatkan teknologi media radio (FM).

Untuk sekolah yang belum memiliki sambungan internet , belum memiliki lab komputer dan lab bahasa maka media radio (FM) bisa menjadi alternatif . Dengan menyediakan pemancar fm mini bekekuatan 5 watt,  sudah bisa menjangkau di area sekolah sekitar 300 m. Sementara untuk pesawat penerima yang digunakan siswa bisa menggunakan radio saku yang ada program FM nya. Saat ini dipasaran ,radio fm digital dengan baterai  kecil  dipasaran tersedia cukup banyak dengan harga yang relatif cukup murah, tak lebih dari @Rp. 5000.00,-  atau siswa yang memiliki hp (yang ada format radio fm ) bisa memanfaatkannya dan  masing-masing siswa menggunakan hendset. Saya kira dengan melakukaan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi media radio (FM) akan membuat siswa merasa senang. Karena tidak berkesan monoton. Siswa hanya mendengarkan penjelasan dari guru mungkin hal itu membosankan, maka memanfaatkan teknologi media radio (FM) sebuah alternatif yang menjanjikan.  Peluang itu yang bisa tangkap dan kita manfaatkan untuk meningkatkan kemampuan menyimak dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Berani mencoba ?, siapa takut.

*)Drs. Joko Susilo,   pencinta sastra dan guru SMK Negeri 2 Banyumas. Kini tinggal di Desa Pandak Kecamatan Sumpiuh Banyumas.

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Puntho 09/06/2010 pukul 02:29 -

    Bagus.
    Lanjutkan !

Leave A Response